Jakarta, STB – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan pendapatan mencapai Rp146,7 triliun. Dari capaian tersebut, Telkom membukukan laba bersih sebesar Rp17,8 triliun.
Selain itu, perusahaan juga mencatat EBITDA atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar Rp72,2 triliun.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan capaian ini menjadi hasil dari transformasi bisnis yang terus dijalankan perusahaan untuk memperkuat layanan digital dan telekomunikasi di Indonesia.
“Transformasi menjadi fokus utama Telkom agar perusahaan semakin kompetitif dan mampu memberikan nilai jangka panjang bagi pelanggan maupun pemegang saham,” ujar Dian, Selasa (12/5/2026).
Sepanjang 2025, saham Telkom juga menunjukkan kinerja positif dengan total keuntungan bagi pemegang saham atau Total Shareholder Return (TSR) mencapai 35,7 persen.
Telkom saat ini menjalankan strategi transformasi bertajuk TLKM 30 yang fokus pada empat hal utama, yakni peningkatan kualitas layanan, penataan bisnis, penguatan infrastruktur digital, dan perubahan model bisnis perusahaan.
Di sektor layanan konsumen atau B2C, Telkomsel masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan pendapatan mencapai Rp109,2 triliun.
Meningkatnya penggunaan internet dan layanan digital membuat trafik data Telkomsel tumbuh 15 persen dibanding tahun sebelumnya.
Telkom juga terus memperluas layanan internet rumah dan menjaga kualitas jaringan untuk mempertahankan pelanggan di tengah persaingan industri telekomunikasi.
Sementara di sektor infrastruktur digital, TelkomGroup terus memperkuat jaringan nasional melalui pembangunan kabel serat optik, data center, menara telekomunikasi, hingga konektivitas satelit.
Saat ini TelkomGroup memiliki jaringan backbone serat optik lebih dari 210 ribu kilometer yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Bisnis data center juga menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan. Telkom memiliki sejumlah fasilitas data center di Indonesia dan Singapura untuk mendukung kebutuhan layanan digital dan cloud.
Di bisnis menara telekomunikasi, Mitratel yang merupakan anak usaha Telkom mencatat pendapatan Rp9,5 triliun dengan kepemilikan lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi di Asia Tenggara.
Sementara layanan internasional Telkom melalui Telin berhasil mencatat pendapatan Rp10,7 triliun dan kini terhubung dalam 27 sistem kabel laut internasional.
Untuk mendukung pengembangan bisnis, Telkom mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp27,5 triliun selama 2025. Sebagian besar dana tersebut digunakan untuk memperluas infrastruktur digital dan meningkatkan kualitas layanan internet.
Ke depan, Telkom juga akan memperkuat layanan berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, dan solusi digital untuk sektor bisnis dan pemerintahan.
“Pada 2026, Telkom akan terus mempercepat transformasi agar perusahaan semakin kuat dan mampu memberikan layanan digital terbaik bagi masyarakat,” tutup Dian.














