Daerah

OJK: Ada 66.402 Laporan Penipuan Keuangan di Jateng, Masyarakat Diminta Waspada

Purwokerto, STB – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan keuangan. Hingga 31 Mei 2026, Indonesia Anti Scam Centre (IASC) mencatat sebanyak 66.402 laporan penipuan berasal dari wilayah Jawa Tengah.

 

Kepala Kantor OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, mengatakan OJK terus memperkuat upaya menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi masyarakat dari maraknya kejahatan keuangan.

“Kami senantiasa mencermati perkembangan kinerja sektor keuangan agar tetap terjaga dan stabil. Pada saat yang sama OJK bersama pemerintah dan otoritas terkait lainnya serta para stakeholder akan tetap bersinergi dalam upaya menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah dinamika global maupun domestik yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan,” kata Dinavia dalam keterangan resminya, Senin (29/6).

Berdasarkan data IASC, secara nasional jumlah laporan penipuan telah mencapai 579.459 laporan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 998.558 rekening dilaporkan terkait dugaan penipuan, dengan 515.553 rekening berhasil diblokir. Nilai dana yang berhasil diblokir mencapai Rp638,9 miliar, sedangkan dana yang telah dikembalikan kepada korban sebesar Rp196,93 miliar.

OJK menyebut terdapat 10 modus penipuan yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui IASC. Modus tersebut meliputi penipuan transaksi belanja daring, pelaku yang mengaku sebagai pihak tertentu (fake call), investasi bodong, penawaran kerja palsu, penipuan melalui media sosial, hadiah palsu, phishing, penyebaran file APK melalui WhatsApp, social engineering, hingga pinjaman online fiktif.

Selain memperkuat pelindungan konsumen, OJK Purwokerto juga terus meningkatkan literasi keuangan. Hingga akhir Mei 2026, OJK telah menggelar 56 kegiatan edukasi yang menjangkau 16.015 peserta dari berbagai kalangan. Pada periode yang sama, OJK Purwokerto menerima 491 pengaduan konsumen dan melayani 4.585 permintaan Informasi Debitur melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Di sisi lain, OJK mencatat kondisi sektor jasa keuangan di wilayah kerja Purwokerto tetap tumbuh positif hingga April 2026. Aset perbankan meningkat 1,03 persen secara tahunan, kredit tumbuh 2,95 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) naik 7,19 persen. (*)

Redaksi

Recent Posts

Pertamina Cilacap Luncurkan Wijayakusuma Awards 2026, Buru Inovasi Pemberdayaan Masyarakat di Banyumas Raya

Cilacap, STB – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap meluncurkan Wijayakusuma Awards 2026. ajang…

16 hours ago

Tega! Istri Diduga Jadi Otak Pembunuhan Bos Bengkel di Purwokerto, Berawal dari Asmara hingga Incar Harta

Purwokerto, STB – Kasus kematian pemilik bengkel, E-M alias Bagyo (67), di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan…

19 hours ago

Wamentan: HKTI Kepri perlu perkuat ketahanan pangan dan kawal program strategis

Batam-Semuatentangberita ]- Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi…

4 days ago

BP Batam Sambut Baik Ekspansi Firmus Technologies, Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Infrastruktur AI Regional

Batam, STB - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyambut baik rencana ekspansi perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan…

4 days ago

Festival Balon Udara UMP 2026 Tarik Ribuan Pengunjung, 31 Balon Hiasi Langit Purwokerto

Purwokerto, STB – Ribuan warga dan wisatawan dari berbagai daerah memadati Lapangan Mas Mansur, Kampus…

5 days ago

Ribuan Pegawai SPPG Di Banyumas Demo, Dukung MBG Berlanjut Dan Desak Koruptor Diadili

Purwokerto, STB – Ribuan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama sejumlah elemen masyarakat yang…

6 days ago