Batam-Semuatentangberita ]- Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Sudaryono, meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat peran dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengawal berbagai program strategis pemerintah di sektor pertanian.
Hal itu disampaikan Sudaryono usai menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) HKTI Provinsi Kepulauan Riau di Batam, Senin.
“HKTI merupakan mitra pemerintah. Tugas kita bersama adalah meningkatkan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Sudaryono.
Menurut dia, HKTI memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani dalam memastikan program pertanian berjalan efektif hingga tingkat lapangan.
Ia mengatakan tantangan ketahanan pangan ke depan membutuhkan kolaborasi kuat dari berbagai pihak, termasuk organisasi petani.
“Khusus di Kepulauan Riau, HKTI harus mampu mengawal berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sudaryono menambahkan pemerintah terus memastikan penggunaan anggaran negara berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran, terutama pada sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurut dia, sektor pertanian masih menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional.
Sejumlah kebutuhan petani seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan jaringan irigasi, dan peningkatan produktivitas lahan menjadi perhatian pemerintah.
Ia juga meminta HKTI aktif menyerap aspirasi petani agar berbagai persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan ditangani.
“Kami ingin persoalan-persoalan yang dihadapi petani bisa cepat diketahui dan dicarikan solusinya,” kata dia.
Sementara itu, Ketua DPD HKTI Kepulauan Riau periode 2026–2031, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan pihaknya akan fokus mendukung program ketahanan pangan pemerintah pusat maupun daerah.
Menurut dia, Kepulauan Riau memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian meski menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan.
HKTI Kepri, kata Nyanyang, akan memprioritaskan pengembangan komoditas strategis yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti sayur-mayur, telur, ayam, dan komoditas hortikultura.
“Kami akan fokus mengembangkan komoditas yang menjadi kebutuhan masyarakat seperti sayur-mayur, telur, ayam, serta hasil hortikultura,” katanya.
Ia menambahkan pengembangan tersebut akan disinergikan dengan sejumlah program pemerintah lainnya, termasuk Koperasi Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Menurut Nyanyang, tantangan sektor pertanian di Kepulauan Riau tidak hanya terkait produksi, tetapi juga ketersediaan pupuk, akses pasar, serta biaya distribusi yang tinggi.
Karena itu, HKTI Kepri berkomitmen memperkuat pendampingan, advokasi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendorong pertumbuhan sektor pertanian daerah.
“HKTI berperan sebagai penghubung. Kami menyerap aspirasi dari bawah untuk disampaikan ke pemerintah pusat,” ujar Nyanyang.
Cilacap, STB – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap meluncurkan Wijayakusuma Awards 2026. ajang…
Purwokerto, STB – Kasus kematian pemilik bengkel, E-M alias Bagyo (67), di Kelurahan Arcawinangun, Kecamatan…
Purwokerto, STB – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus…
Batam, STB - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyambut baik rencana ekspansi perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan…
Purwokerto, STB – Ribuan warga dan wisatawan dari berbagai daerah memadati Lapangan Mas Mansur, Kampus…
Purwokerto, STB – Ribuan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersama sejumlah elemen masyarakat yang…