Daerah  

Tak Ingin Ditakuti, Polisi Ajak Siswa SLB Jalan-jalan dan Jajan

PADANGSIDIMPUAN, STB  — Ada cara sederhana untuk membuat anak tidak lagi melihat polisi sebagai sosok yang harus ditakuti: mendekat, berbicara dengan bahasa mereka, lalu mengajak mereka menikmati suasana yang menyenangkan.

Cara itu dilakukan Kapolsek Padangsidimpuan Hutaimbaru IPTU Ahmad Edi, S.H., saat bertemu dengan siswa SLB Negeri Padangsidimpuan, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung di BLK Kecamatan Hutaimbaru itu tidak hanya diisi dengan pengenalan profesi polisi. Para siswa juga mendapat edukasi tentang disiplin, pembentukan mental, serta tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Setelah sesi edukasi, suasana dibuat lebih santai. Para siswa bersama guru pendamping diajak berjalan-jalan dan membeli jajanan di Alfamidi Sadabuan, Kota Padangsidimpuan.

Bagi polisi, kegiatan tersebut menjadi cara untuk membangun kedekatan sekaligus mengubah kesan bahwa polisi adalah sosok yang hanya hadir ketika ada pelanggaran atau masalah.

“Kami ingin menghilangkan rasa takut anak terhadap polisi dan menjadikan polisi sebagai sahabat,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pendekatan kepada siswa SLB dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Nilai kedisiplinan dan pembentukan mental diperkenalkan tanpa membuat suasana menjadi kaku.

Kedekatan itu juga tidak berhenti pada siswa. Hubungan yang baik antara polisi, sekolah dan orang tua dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak.

Hari itu, polisi tidak hanya berbicara tentang aturan dan lalu lintas. Ada waktu untuk berjalan bersama, bercanda, dan menemani anak memilih jajanan.

Bagi anak-anak, mungkin yang tertinggal bukan soal materi yang disampaikan hari itu. Bisa jadi justru pengalaman ketika seorang polisi berseragam berjalan bersama mereka, bercanda, dan menemani memilih jajanan.

Dari hal sederhana itulah kedekatan dibangun. Polisi tidak hanya dikenal sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai sosok yang bisa hadir, mendengar, dan membuat anak merasa aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *