TAPANULI SELATAN, STB — Propam identik dengan pengawasan dan penegakan disiplin internal kepolisian. Namun, pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Propam Polri ke-24, personel Propam Polres Tapanuli Selatan memilih hadir dengan cara berbeda: menyambangi warga dan menyerahkan bantuan.
Sejumlah personel Polres Tapsel mendatangi Desa Situmba, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa (29/9/2026).
Kehadiran mereka bukan untuk melakukan penindakan. Mereka datang menemui warga sekaligus menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Plt. Kasi Propam Polres Tapsel, IPDA Afran Praja Siregar, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk sederhana kepedulian personel kepada masyarakat sekaligus bagian dari rangkaian peringatan HUT Propam Polri ke-24.
“Kami ingin momentum HUT Propam ini tidak hanya menjadi kegiatan internal, tetapi juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Afran.
Menurutnya, kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan tidak sekadar berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan warga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial diberikan kepada dua warga Desa Situmba, yakni Baginda Harahap (78), seorang petani, dan Saqinah Br. Hutasuhut (67), seorang ibu rumah tangga.
Bagi Baginda Harahap, kedatangan personel kepolisian menjadi perhatian tersendiri. Ia pun menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diterimanya.
“Terima kasih banyak kepada Kapolres Tapsel dan juga Propam yang sudah datang kemari, bantuan ini sangat membantu saya,” ujar Baginda.
Afran mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari semangat pengabdian yang ingin terus ditanamkan kepada personel.
Menurutnya, kesempatan untuk membantu masyarakat tidak harus menunggu sesuatu yang besar.
“Selama ada kesempatan untuk membantu, sekecil apa pun itu, kami akan berupaya hadir dan memberikan manfaat,” pungkasnya.
Di Situmba, peringatan HUT Propam Polri ke-24 pun berlangsung dalam bentuk yang sederhana. Bukan hanya tentang pengawasan dan disiplin, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran aparat kepolisian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
