Daerah  

Tak Cukup Tangkap Pelaku, Polisi Ajak 95 Santri di Tapsel Belajar Menolak Narkoba

TAPANULI SELATAN, STB — Upaya melawan narkoba tidak selalu dimulai dari penangkapan. Di lingkungan pendidikan, langkah itu bisa dimulai dari hal yang lebih sederhana: membekali anak muda dengan pengetahuan untuk mengenali bahaya narkoba dan keberanian untuk menolaknya.

Pesan itu disampaikan jajaran Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan saat memberikan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada sekitar 95 santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Anwar As-Syakinin, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung satu arah. Para santri diberi kesempatan bertanya dan membahas persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka, termasuk bagaimana menghadapi pengaruh lingkungan negatif serta apa yang harus dilakukan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba.

Kasat Resnarkoba Polres Tapanuli Selatan, AKP Philip Antonio Purba, S.H., M.H., mengatakan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan terhadap pelaku.

Menurutnya, pencegahan melalui edukasi perlu dilakukan sejak dini agar generasi muda memiliki pengetahuan dan ketahanan diri ketika berhadapan dengan pengaruh narkoba.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi dan pembinaan yang berkelanjutan,” ujar Philip.

Ia menilai lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif narkoba.

“Kami tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, tetapi juga terus memperkuat langkah preventif dengan memberikan pemahaman kepada para pelajar dan santri agar memiliki pengetahuan serta keberanian untuk menolak narkoba,” katanya.

Dalam sesi tanya jawab, para santri menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai pengaruh lingkungan dan langkah yang dapat dilakukan ketika mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba.

Bagi kepolisian, edukasi seperti ini menjadi bagian dari upaya pencegahan agar pemberantasan narkoba tidak hanya berlangsung ketika kasus sudah terjadi, tetapi juga dimulai dari lingkungan tempat generasi muda belajar dan tumbuh.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba,” pungkas Philip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *