Pemko Batam Siapkan Bonus Rp823 Juta untuk Atlet Berprestasi di Popda X Kepri 2026.

Batam, STB – Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan apresiasi dan bonus senilai total Rp823 juta kepada atlet, pelatih, dan manajer olahraga yang berprestasi dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) X Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam Malam Apresiasi Olahragawan, Pelatih, dan Manajer Olahraga Berprestasi Kota Batam yang digelar di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Sabtu (29/8/2026) malam.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sekitar 850 tamu undangan.

Batam finis sebagai runner-up

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan ofisial yang telah membawa nama Batam dalam ajang Popda X Kepri.

Pada ajang yang berlangsung di Tanjung Balai Karimun pada 2-18 Juli 2026 itu, Kontingen Batam berhasil mengoleksi 94 medali.

Rinciannya, 23 medali emas, 34 medali perak, dan 37 medali perunggu.

Perolehan tersebut menempatkan Batam sebagai runner-up Popda X Kepri 2026.

“Kota Batam menempati posisi runner-up pada Popda X Kepri kali ini. Meski kita unggul dari segi jumlah sekolah, kelengkapan fasilitas, hingga kuantitas atlet, kita harus tetap sportif menerima hasil ini,” kata Amsakar.

Batam sebelumnya tercatat sebagai juara umum Popda selama delapan tahun berturut-turut.

Karena itu, Amsakar meminta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Dinas Pendidikan (Disdik), serta Sekretaris Daerah Kota Batam melakukan evaluasi terhadap hasil Popda tahun ini.

Evaluasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembinaan atlet, khususnya pada cabang olahraga yang masih perlu ditingkatkan.

“Kita harus melakukan evaluasi taktis agar pada Popda berikutnya Batam bisa kembali merebut predikat juara umum,” ujarnya.

Bonus atlet hingga Rp5 juta

Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kota Batam Heriman mengatakan, Kontingen Batam yang berlaga di Popda X Kepri terdiri dari 231 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 171 atlet, 18 pelatih, 10 manajer atau ofisial cabang olahraga, dan 14 ofisial kota.

Para atlet Batam bertanding pada 10 cabang olahraga.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut, Pemko Batam menyiapkan dana pembinaan dan bonus dengan total Rp823 juta.

Besaran bonus disesuaikan dengan jenis medali dan kategori pertandingan.

Untuk peraih medali emas, bonus yang diberikan sebesar Rp5 juta untuk kategori perorangan, Rp2,5 juta untuk kategori ganda, dan Rp1,5 juta untuk kategori beregu.

Peraih medali perak mendapatkan Rp3 juta untuk kategori perorangan, Rp1,5 juta untuk ganda, dan Rp1 juta untuk beregu.

Sementara peraih medali perunggu memperoleh Rp2 juta untuk perorangan, Rp1 juta untuk ganda, dan Rp750.000 untuk beregu.

Pencak silat penyumbang emas terbanyak

Dari 23 medali emas yang diraih Batam, pencak silat menjadi penyumbang terbanyak dengan enam medali.

Kemudian renang menyumbangkan lima medali emas, bulu tangkis empat, atletik tiga, tenis lapangan dua, serta bola basket dan bola voli masing-masing satu medali emas.

Untuk medali perak, cabang olahraga renang menyumbangkan 11 medali, disusul pencak silat tujuh, atletik enam, bulu tangkis empat, tenis lapangan tiga, serta sepak takraw, bola voli, dan tenis meja masing-masing satu medali.

Sementara itu, dari 37 medali perunggu, renang menjadi penyumbang terbanyak dengan 13 medali.

Kemudian atletik sembilan medali, pencak silat tujuh, tenis lapangan empat, tenis meja tiga, serta sepak takraw satu medali.

Amsakar minta pembinaan diperkuat

Amsakar menilai prestasi olahraga merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Batam.

Menurut dia, kemajuan di bidang olahraga perlu berjalan beriringan dengan sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyinggung sejumlah capaian Batam di bidang lainnya, termasuk prestasi dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dalam tiga tahun terakhir.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam pada 2025 disebut mencapai 83,8 dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri.

“Berbagai capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Batam terus bergerak melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan kolaborasi berbagai pihak,” kata Amsakar.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga iklim pembangunan Batam tetap kondusif.

“Mari kita hentikan narasi kontraproduktif, rasa saling curiga, dan komentar spekulatif tanpa pemahaman komprehensif. Mari bergandengan tangan demi menjaga iklim pembangunan Batam yang makin kondusif,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *