TAPANULI SELATAN, STB — Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M. turun langsung ke sejumlah desa bersama Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu melalui agenda Turun ke Desa-desa (Turdes), Minggu (27/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi masyarakat, khususnya warga yang masih menjalani proses pemulihan setelah terdampak bencana.
Turdes dilakukan dengan mengunjungi sejumlah lokasi di Kecamatan Angkola Selatan dan Kecamatan Angkola Sangkunur. Selain meninjau kondisi lapangan, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melihat kebutuhan warga di tingkat desa.
Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso mengatakan, kehadiran langsung di tengah masyarakat penting untuk mengetahui persoalan secara lebih nyata.
“Kita ingin melihat langsung bagaimana kondisi masyarakat di desa, apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan persoalan apa yang perlu segera dicarikan solusi bersama,” ujar Anton.
Menurutnya, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah dan unsur terkait tidak cukup hanya dilakukan melalui forum formal. Kehadiran langsung di desa dapat memberikan gambaran mengenai kondisi masyarakat sekaligus persoalan yang membutuhkan penanganan bersama.
Dalam agenda tersebut, perhatian tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan. Kondisi pemulihan masyarakat, aktivitas ekonomi, infrastruktur hingga hubungan sosial turut menjadi bagian yang diperhatikan.
“Kami juga harus hadir bersama pemerintah dan masyarakat untuk mencegah munculnya persoalan baru serta memastikan proses pemulihan dapat berlangsung dalam suasana yang aman,” katanya.
Di tengah kunjungan, rombongan juga melihat potensi pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Lubuk Larangan dan pengembangan perikanan berbasis kelompok masyarakat.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan kembali aktivitas ekonomi warga, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kehidupan sosial di desa.
Anton mengatakan, masyarakat yang kembali memiliki aktivitas produktif akan memiliki ruang lebih besar untuk membangun kehidupannya setelah terdampak bencana.
Karena itu, kata dia, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan, tetapi juga bagaimana memastikan suasana tetap kondusif agar proses pemulihan dan aktivitas warga dapat berjalan.
“Prinsipnya, kami hadir untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung masyarakat agar dapat kembali beraktivitas, produktif dan menjalankan kehidupannya dengan aman,” tegasnya.
Polres Tapanuli Selatan, lanjut Anton, akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mengawal berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Turdes tersebut turut diikuti sejumlah pejabat utama Polres Tapanuli Selatan, di antaranya Kasat Intelkam AKP Oloan Lubis, Kasat Narkoba AKP Philip Purba, Ps. Kasat Reskrim IPTU Bontor Sitorus, Ps. Kasat Lantas IPTU James Sihombing, serta personel Polres Tapanuli Selatan.














