Hari Jadi Kepri, Amsakar Ajak Masyarakat Perkuat Kolaborasi Pembangunan

Batam, STB – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kebersamaan dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berkelanjutan

Ajakan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Kamis (24/9/2026).

Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua TP-PKK Kota Batam Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

Amsakar mengatakan, peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan mempersiapkan langkah menghadapi tantangan ke depan.

Menurut dia, tema Hari Jadi ke-24 Kepri, yakni “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Maju Berkelanjutan”, mengandung pesan penting tentang hubungan antara nilai sejarah, budaya, dan pembangunan masa depan.

Ia menilai Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah dan budaya Melayu yang dapat menjadi fondasi dalam memperkuat persatuan masyarakat Kepri.

“Kemajuan Kepulauan Riau harus dibangun di atas akar budaya yang kuat, namun tetap berorientasi kepada masa depan yang berkelanjutan,” ujar Amsakar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyampaikan bahwa Batam memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri.

Hingga triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,28 persen. Sementara kontribusi Batam terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri mencapai 66,82 persen.

Realisasi investasi Batam hingga semester I 2026 juga mencapai Rp 38,97 triliun atau 55,67 persen dari target tahunan sebesar Rp 70 triliun.

Selain pertumbuhan ekonomi, sejumlah indikator sosial turut menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam meningkat dari 83,3 pada 2024 menjadi 83,8 pada 2025.

Tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,68 persen menjadi 7,57 persen. Sementara angka kemiskinan berkurang dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen pada periode yang sama.

Amsakar menegaskan, capaian pembangunan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BP Batam, pemerintah pusat, Forkopimda, dunia usaha, hingga masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga sinergi dan semangat gotong royong agar pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia berharap momentum Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepri dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan serta mewujudkan Batam dan Kepri yang semakin maju dan berkelanjutan.

Exit mobile version