Purwokerto, STB – Bank Indonesia (BI) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing wilayah Banyumas Raya. Penguatan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fokus kepemimpinan Aswin Gantina setelah resmi dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto oleh Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro.
Pengukuhan yang dilaksanakan di Purwokerto itu merupakan tindak lanjut dari pelantikan dan serah terima jabatan pemimpin satuan kerja Bank Indonesia di Jakarta pada 28 Juli 2026. Aswin menggantikan Christoveny yang sebelumnya berkontribusi dalam pengendalian inflasi, pengembangan UMKM dan ekonomi syariah, digitalisasi sistem pembayaran, serta pengelolaan Rupiah.
Penguatan ekonomi daerah menjadi salah satu agenda strategis yang ditekankan dalam kepemimpinan baru tersebut. Terlebih, perekonomian Kabupaten Banyumas menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 6,03 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026. Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,71 persen dan nasional sebesar 5,29 persen.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari regenerasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan transformasi kelembagaan. Menurutnya, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Setiap pemimpin membawa pengalaman dan pencapaian yang baru, namun tetap berpijak pada mandat yang sama, yaitu menjaga stabilitas nilai Rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Solikin juga menekankan tiga arah strategis bagi KPw BI Purwokerto. Pertama, memperkuat peran Bank Indonesia sebagai penasihat strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Kedua, mendorong transformasi ekonomi melalui keterkaitan antarsektor dan antarwilayah, termasuk penguatan UMKM, pariwisata, ekonomi syariah, serta perluasan akses pasar. Ketiga, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran agar semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal.
Menurutnya, strategi tersebut relevan dengan karakter ekonomi Banyumas Raya yang ditopang sektor industri, perdagangan dan jasa, pertanian, serta pariwisata.
Sinergi BI dengan pemerintah daerah selama ini juga diwujudkan melalui berbagai program konkret. Dalam pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, kolaborasi dilakukan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), Pasar Murah SARAHSIMAS, peningkatan kapasitas petani, TAKARA MERDAYA, hingga penguatan klaster komoditas pangan.
Sementara pada sektor digitalisasi, kerja sama diperkuat melalui Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Implementasinya antara lain pembayaran parkir menggunakan QRIS di kawasan wisata Menara Teratai Purwokerto serta penerapan E-Retribusi di 14 pasar tradisional.
Hingga September 2026, transaksi QRIS di wilayah Banyumas Raya tercatat mencapai sekitar 196 juta transaksi dengan nominal kumulatif Rp14,75 triliun. Jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS mencapai 707.126.
Di sisi lain, inflasi Kota Purwokerto pada Oktober 2026 tercatat sebesar 3,00 persen secara tahunan. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang terus menjadi perhatian dalam upaya menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyebut Bank Indonesia merupakan mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal.
“Kami berharap komunikasi dan kerja sama yang telah berjalan selama ini dapat terus diperkuat, sehingga berbagai program yang dilaksanakan semakin sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Sadewo.
Ia berharap kepemimpinan Aswin Gantina mampu menghadirkan program-program inovatif yang menjawab tantangan ekonomi daerah, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Sementara itu, Aswin Gantina menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat berbagai program strategis Bank Indonesia di wilayah Banyumas Raya. Fokusnya meliputi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, peningkatan daya saing UMKM dan sektor riil, perluasan digitalisasi sistem pembayaran, serta pemerataan edukasi Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Kantor Bank Indonesia Purwokerto juga akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah di wilayah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, serta seluruh pemangku kepentingan.
Penguatan sinergi lintas daerah tersebut diharapkan mampu mendorong ekonomi Banyumas Raya tumbuh lebih resilien, inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045. (*)
