TAPANULI SELATAN, STB — Banjir bandang yang menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada 25 November 2025 telah berlalu. Namun bagi warga yang menggantungkan hidup dari sawah dan kebun, persoalan belum benar-benar selesai.
Lahan pertanian yang menjadi sumber penghasilan warga masih tertutup lumpur tebal dan tumpukan kayu sisa banjir. Akibatnya, sebagian warga belum dapat kembali bekerja seperti sebelum bencana.
Kondisi tersebut terlihat dalam sebuah video yang diperoleh. Sejumlah ibu-ibu tampak berdiri di sepanjang jalan sambil membawa kardus dan meminta sumbangan kepada pengendara yang melintas.
Pemandangan itu menggambarkan kondisi warga yang masih berupaya memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kehilangan sumber penghasilan akibat banjir bandang.
Dikonfirmasi pada Jumat (18/9/2026), Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, mengatakan mayoritas warga di desanya berprofesi sebagai petani.
Menurut Risman, warga yang biasanya bekerja di sawah dan kebun hingga kini belum dapat beraktivitas seperti biasa. Sejumlah lahan pertanian masih dipenuhi lumpur serta tumpukan kayu yang terbawa arus banjir.
“Warga biasanya bertani ke sawah dan berkebun. Sekarang mereka belum bisa beraktivitas karena sawah dan perkebunan masih tertimbun lumpur dan kayu-kayu sisa banjir,” kata Risman.
Warga berharap tumpukan kayu dan material yang masih berada di lahan persawahan maupun perkebunan segera dibersihkan. Dengan begitu, lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan dan warga bisa kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Risman juga berharap pemerintah segera turun tangan menangani kondisi tersebut, terutama membersihkan material banjir yang masih menghambat aktivitas pertanian warga.
Banjirnya mungkin sudah berlalu, tetapi bagi warga Garoga, dampaknya masih terasa hingga hari ini. Sawah belum sepenuhnya bisa digarap, kebun belum kembali produktif, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tapanuli Selatan, Akhmad Sani Harchan, S.STP., telah dikonfirmasi terkait kondisi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum memberikan tanggapan.














