TAPANULI SELATAN, STB – Mengendarai sepeda motor dengan mengabaikan keselamatan bukan hanya soal tidak memakai helm. Berboncengan lebih dari satu orang, menggunakan knalpot brong, hingga bergelantungan atau naik di atas kap angkutan umum dan becak bermotor juga berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Peringatan itu disampaikan Satlantas Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) kepada pelajar SMK Negeri 2 Sipenggeng, Kecamatan Batang Toru, melalui program Police Goes to School dan Polantas Karib, Senin (31/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, polisi mengajak para siswa membiasakan diri mematuhi aturan lalu lintas, mulai dari menggunakan helm berstandar SNI hingga menghindari berbagai perilaku yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Ps. Kasat Lantas Polres Tapsel, IPTU James Sihombing, S.H., mengatakan edukasi kepada pelajar penting dilakukan sejak dini agar kesadaran keselamatan berlalu lintas tumbuh menjadi kebiasaan.
“Kami ingin pelajar memahami bahwa tertib berlalu lintas adalah bagian penting untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar IPTU James.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak menganggap pelanggaran lalu lintas sebagai hal biasa. Perilaku tidak aman di jalan, kata dia, dapat membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
“Gunakan helm SNI, jangan memakai knalpot brong, jangan berboncengan lebih dari satu orang dan hindari perilaku berbahaya saat berada di jalan raya,” katanya.
Polisi juga mengingatkan pelajar yang menggunakan angkutan umum maupun becak bermotor agar tidak bergelantungan atau naik di atas kap kendaraan.
Melalui edukasi tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya tertib untuk keselamatan diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap para pelajar bisa menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat,” tandasnya.














