Purwokerto, STB – Toga biasanya menjadi simbol kebahagiaan setelah seseorang menuntaskan perjalanan panjang di bangku kuliah. Namun, toga milik Kevin Duta Justisia, S.Pd., justru menjadi bagian dari kisah haru di tengah momentum wisuda Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) yang digelar hari ini, sabtu (3/10).
Kevin merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP. Ia telah menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Pendidikan. Namun, belum sempat mengikuti prosesi wisuda bersama keluarga dan teman-teman seperjuangannya, Kevin lebih dahulu berpulang.
Sebuah foto Kevin mengenakan toga kemudian menjadi salah satu kenangan yang ditinggalkan. Di tengah suasana wisuda yang semestinya penuh kegembiraan, keluarga besar UMP turut mengenang sosok Kevin sebagai bagian dari perjalanan kampus.
“Selamat Jalan Sang Wisudawan. Alm. Kevin Duta Justisia, S.Pd. Kenanganmu Akan Selalu Bersama Kami,” demikian pesan penghormatan yang disampaikan UMP.
Selama menjalani pendidikan, Kevin melewati berbagai tahapan akademik hingga akhirnya menyandang gelar S.Pd. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang turut disaksikan oleh dosen dan teman-temannya.
Bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya, kepergian Kevin tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan kampus. Momentum wisuda yang mempertemukan para lulusan menjadi kesempatan untuk mengenang satu nama yang tidak lagi hadir secara langsung di tengah mereka.
Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan duka cita atas kepergian Kevin. Menurutnya, setiap mahasiswa memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Kevin Duta Justisia,” ujarnya.
Ia mengatakan, Kevin telah menjadi bagian dari keluarga besar UMP dan telah menuntaskan perjuangan akademiknya.
“Kami mendoakan semoga seluruh amal kebaikannya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” katanya.
Jebul menuturkan, kehidupan di kampus tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik. Selama bertahun-tahun, mahasiswa membangun persahabatan, pengalaman, dan kenangan bersama orang-orang di lingkungan perguruan tinggi.
“Setiap mahasiswa memiliki cerita dan meninggalkan jejak di kampus ini. Ada persahabatan, perjuangan, cita-cita, dan kenangan yang dibangun bersama,” tuturnya.
Ia berharap pencapaian Kevin sebagai sarjana tetap menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Gelar yang berhasil diraih menjadi salah satu jejak yang akan terus melekat dalam perjalanan hidupnya.
Kevin memang tidak sempat merasakan kemeriahan hari wisuda. Namun, toga dan gelar yang telah diraihnya menjadi pengingat bahwa satu perjalanan besar dalam hidupnya telah ia tuntaskan. (*)
