Nasional

Rakernas Apkasi 2026 di Batam: Bupati Desak Keadilan Fiskal dan Luncurkan Buku Praktik Terbaik Daerah

Batam, STB – Ratusan bupati dari seluruh Indonesia menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Tahun 2026 di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (18/1/2026).

Rakernas ini menjadi momentum penting bagi pemerintah kabupaten untuk menyuarakan keprihatinan atas menguatnya kebijakan pusat yang dinilai membatasi ruang gerak otonomi daerah, terutama dalam pengelolaan fiskal.

Ketua Umum Apkasi, Bursah Zarnubi, menegaskan bahwa kabupaten merupakan ujung tombak pelayanan publik. Menurutnya, tren sentralisasi kebijakan dalam beberapa tahun terakhir berpotensi melemahkan daerah.

“Kalau kewenangan daerah terus dipersempit, khususnya fiskal, maka pelayanan ke masyarakat akan terganggu. Kabupaten harus diberi ruang yang adil untuk mengelola pembangunan,” ujar Bursah.

Ia juga mengkritik kebijakan fiskal nasional yang dinilai kurang menyentuh kebutuhan riil masyarakat desa. Bursah menilai, penyaluran dana langsung ke daerah akan lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam Rakernas ini, Apkasi juga mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyatakan dukungan terhadap program daerah, mulai dari Peremajaan Sawit Rakyat, pengembangan SDM, hingga penanganan stunting dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) bersama Apkasi meluncurkan Digikab by Bale, sebuah platform digital untuk mendorong transformasi layanan publik dan penguatan ekonomi kabupaten, khususnya sektor UMKM.

Sebagai bagian dari peringatan 25 tahun Apkasi, organisasi ini juga meluncurkan buku “25 Praktik Terbaik Pemerintah Kabupaten” yang memuat berbagai inovasi daerah dalam pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa daerah tidak hanya bergantung pada dana pusat, tapi juga mampu berinovasi di tengah keterbatasan,” kata Bursah.

Ketua Umum APPSI sekaligus Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menekankan pentingnya daerah mulai mengurangi ketergantungan pada dana transfer pusat dengan mengembangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) berbasis ekonomi hijau dan biru.

Rakernas XVII Apkasi 2026 ditutup dengan kegiatan sosial berupa penyerahan santunan kepada anak yatim dan dhuafa di Batam, sebagai wujud kepedulian dan komitmen Apkasi terhadap kesejahteraan masyarakat.

Redaksi Admin

Recent Posts

Sustainability Report 2025 Terbit, Telkom Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG

Jakarta, STB - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menerbitkan Sustainability Report (SR) 2025 yang…

4 hours ago

BP Batam dan Koarmada I Bahas Keamanan Pelabuhan hingga Pemanfaatan AI

Batam, STB – BP Batam menerima kunjungan Kepala Staf Komando Armada (Kaskoarmada) I Tanjungpinang, Laksamana…

5 days ago

Perbaikan Pipa Bocor di Simpang Plamo Selesai, Pasokan Air Mulai Normal Bertahap

Batam, STB – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi air bersih di jalur Simpang Plamo menuju…

6 days ago

Pemko Batam Ingatkan Warga Cek Status BPJS Kesehatan Gratis

Batam, STB - Pemerintah Kota Batam terus memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui program BPJS…

6 days ago

Adira Finance Hadirkan Dealer Vaganza di Batam, Banjir Promo Kredit Mobil dan Kesempatan Umrah Gratis

Batam, STB - Kabar menarik bagi masyarakat Batam yang sedang berencana membeli kendaraan baru. PT…

7 days ago

Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Penggerak Utama

Batam, STB – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat realisasi investasi sebesar…

1 week ago