PLN Batam Pasok Listrik 690 MVA untuk Altiva Datacenter, Perkuat Ambisi Batam Jadi Hub Digital

Batam, STB – PT PLN Batam dan PT Altiva Identity Datacenter resmi menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) sebesar 2 x 345 MVA untuk mendukung pembangunan pusat data Altiva di Kawasan Nongsa, Batam. Pasokan listrik itu akan dilakukan secara bertahap mulai 2027.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pengembangan kawasan data center berkapasitas hingga 700 MVA dan dinilai memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat ekonomi digital di Indonesia.

Penandatanganan PJBTL disaksikan langsung oleh Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, serta Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Hadir pula jajaran BP Batam, Komisaris dan Direksi PLN Batam, serta Direktur PT Altiva Identity Datacenter, Edi Haryanto.

Amsakar mengatakan masuknya investasi data center menjadi sinyal positif bagi perkembangan sektor digital di Batam. Menurutnya, Batam memiliki berbagai keunggulan, mulai dari letak geografis yang strategis, akses logistik yang baik, hingga kedekatan dengan Singapura.

“Batam merupakan daerah yang sangat representatif untuk pengembangan investasi berbasis teknologi. Lokasinya strategis, aksesibilitasnya terbuka, dan berhadapan langsung dengan salah satu pusat ekonomi utama di kawasan Asia,” kata Amsakar dalam keterangannya, Selasa (28/7).

Ia menegaskan Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam akan terus memberikan kemudahan bagi investor, termasuk mempercepat proses perizinan dan koordinasi lintas instansi.

“Apabila kebutuhan kelistrikannya telah dipersiapkan oleh PLN Batam, maka dari sisi perizinan dan dukungan lainnya kami juga siap mempercepat dan memudahkan apa yang dibutuhkan investor,” ujarnya.

Amsakar menilai arus investasi yang masuk pada 2026 hingga 2027 harus dimanfaatkan untuk memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi teknologi dan ekonomi digital.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam mengatakan kerja sama ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap keandalan sistem kelistrikan di Batam.

Menurutnya, kepastian pasokan energi menjadi faktor utama dalam pengembangan industri data center. Karena itu, PLN Batam terus memperkuat sistem dan infrastruktur kelistrikan agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.

“Melalui PJBTL ini, PLN Batam akan menyediakan pasokan tenaga listrik bagi pengembangan PT Altiva Identity Datacenter. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi energi bagi pertumbuhan ekonomi digital di Batam,” katanya.

Ia menambahkan, kerja sama dengan Altiva melengkapi sejumlah proyek penyediaan listrik yang sebelumnya telah dilakukan PLN Batam untuk mendukung pengembangan data center berskala besar di Batam.

“Batam siap menjadi tujuan investasi dan PLN Batam siap menjadi mitra energi yang andal untuk mendukung pertumbuhan tersebut,” ujarnya.

Direktur PT Altiva Identity Datacenter, Edi Haryanto, mengatakan perusahaan tidak hanya membangun fasilitas pusat data, tetapi juga ingin berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital Batam.

“Dengan dukungan BP Batam, kesiapan PLN Batam, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Batam akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat infrastruktur digital di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara,” kata Edi.

Altiva Datacenter dibangun di atas lahan sekitar 11 hektare di Kawasan Nongsa dan direncanakan berkembang hingga lebih dari 30 hektare secara bertahap. Dengan dukungan pasokan listrik berkapasitas besar, proyek tersebut diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sekaligus meningkatkan daya saing Batam sebagai destinasi investasi teknologi di Asia Tenggara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *