PADANGSIDIMPUAN, STB – Ada pemandangan berbeda di balik ruang tahanan Polres Padangsidimpuan. Di tengah ruangan yang identik dengan jeruji dan proses hukum, kini hadir sebuah “perpustakaan mini” yang diisi buku-buku bacaan untuk para tahanan.
Rak buku sederhana itu disiapkan sebagai ruang kecil bagi para tahanan untuk membaca, belajar, merenung, sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif selama menjalani proses hukum.
Perpustakaan mini tersebut diperkenalkan pada Rabu (2/9/2026). Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval N.G. Desky, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasie Propam AKP B. Lumbantobing, menyerahkan bantuan buku bacaan kepada Kasat Tahti Polres Padangsidimpuan, IPTU M. Aswin Harahap, S.H.
Buku-buku itu kemudian disusun di rak yang tersedia di ruang tahanan. Meski sederhana, keberadaannya diharapkan dapat memberikan aktivitas baru bagi para tahanan selama berada di dalam ruang tahanan.
Lebih dari sekadar mengisi waktu, membaca diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengetahuan, berpikir lebih tenang dan melakukan refleksi terhadap apa yang sedang dihadapi.
Konsep sederhana tersebut membawa pesan bahwa ruang tahanan bukan hanya tempat seseorang menjalani proses hukum. Di dalamnya tetap ada kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri menjadi lebih baik.
Perpustakaan mini itu pun diharapkan bisa menjadi “jendela dunia” bagi para tahanan. Buku menjadi sarana untuk membuka wawasan sekaligus mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat.
Pesannya sederhana: seseorang yang sedang menjalani proses hukum tetap memiliki kesempatan untuk berubah.
Sebab, proses memperbaiki diri tidak selalu membutuhkan ruang yang besar. Terkadang, ia bisa dimulai dari hal sederhana sebuah buku, waktu untuk membaca, dan kemauan untuk menjadi lebih baik.














