Daerah  

Laporan Rektor Milad ke-61: UMP Melesat Lewat Riset, Inovasi, dan Kolaborasi Internasional

Purwokerto, STB – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mencatatkan lompatan kinerja di berbagai sektor pada usia ke-61 tahun. Sebanyak 75 persen program studi kini telah berstatus terakreditasi Unggul dan Baik Sekali, didukung peningkatan pendanaan riset mencapai Rp5,5 miliar, perluasan 263 kerja sama internasional, serta penguatan inovasi yang mulai memasuki tahap hilirisasi.

Capaian tersebut disampaikan Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso dalam Rapat Senat Terbuka Laporan Tahunan Rektor dan Pidato Milad ke-61 UMP di Auditorium Ukhuwah Islamiyah, Jumat (31/7).

Mengusung tema “Grow Stronger, Impact Greater”, Jebul menegaskan bahwa keberhasilan UMP tidak lagi hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana perguruan tinggi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Selain berhasil mempertahankan akreditasi institusi Unggul, UMP terus memperluas jejaring internasional, meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, memperkuat inovasi pembelajaran, serta mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung,” katanya.

Dalam laporan tahunan tersebut, UMP mencatat 75 persen program studi telah mengantongi akreditasi Unggul dan Baik Sekali, sementara empat program studi berhasil memperoleh akreditasi internasional. Di bidang pendidikan, minat masyarakat terhadap UMP juga terus meningkat dengan jumlah pendaftar mencapai 17.788 orang dan 7.671 mahasiswa baru diterima pada tahun akademik 2025.

Di tingkat global, UMP memperkuat posisi melalui 263 nota kesepahaman (MoU) dan 281 nota pelaksanaan kerja sama (MoA) dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri. Program mobilitas mahasiswa dan dosen juga terus diperluas, termasuk pelaksanaan KKN Internasional dan pertukaran akademik.

Penguatan riset menjadi salah satu sorotan utama. Sepanjang 2026, UMP mampu melaksanakan 436 penelitian dengan total pendanaan sekitar Rp5,5 miliar. Berbagai inovasi yang dihasilkan tidak lagi berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi diarahkan menuju hilirisasi, termasuk pengembangan kit skrining dini kanker kolorektal BioColoMelt-Dx yang kini memasuki tahap validasi klinis.

Kontribusi UMP lainnya terhadap masyarakat juga terus meningkat. Melalui Pasar Ramadan UMP, transaksi pedagang pada 2026 mencapai sekitar Rp3,1 miliar, menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya sebagai agenda tahunan kampus, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat. Berbagai program pemberdayaan melalui Rumah Bertumbuh Indonesia (RBI) turut memperkuat peran UMP dalam pengentasan kemiskinan, peningkatan keterampilan, layanan kesehatan, dan akses pendidikan bagi masyarakat.

Di bidang tata kelola, UMP kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus terus memperluas aset dan infrastruktur kampus untuk mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi.

Jebul menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi UMP menuju perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi, membangun kolaborasi global, dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan bangsa melalui implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *