BP Batam Siapkan Empat Langkah Antisipasi El Nino dan Puncak Kemarau 2026

Batam, STB – Badan Pengusahaan (BP) Batam meningkatkan kesiapsiagaan untuk menjaga ketersediaan air bersih di tengah ancaman El Nino dan puncak musim kemarau 2026.

Berdasarkan informasi BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026. Puncaknya diprediksi terjadi pada Agustus. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan, termasuk di Batam dan Kepulauan Riau.

Mengingat waduk menjadi sumber utama air baku bagi masyarakat Batam, BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketahanan pasokan air.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan baik selama musim kemarau.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Untuk itu, BP Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi air bersih dan mengoptimalkan pengelolaan yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Denny, Selasa (11/8/2026).

BP Batam menyiapkan empat langkah utama. Pertama, melakukan pemantauan kondisi air baku secara real-time untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan air, kapasitas produksi, dan kebutuhan masyarakat.

Kedua, mengoptimalkan sistem interkoneksi antarwaduk untuk mendukung distribusi air ke wilayah yang mengalami penurunan debit air baku.

Ketiga, memperkuat program reboisasi serta perlindungan Daerah Tangkapan Air (DTA) melalui penghijauan dan pencegahan aktivitas yang dapat mengganggu kawasan resapan.

Keempat, BP Batam terus mengembangkan infrastruktur penyediaan air untuk kebutuhan jangka panjang, termasuk menyiapkan alternatif pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau pengolahan air laut.

“Menjaga sumber air tidak cukup hanya dengan membangun dan memelihara infrastruktur. Kita juga harus menjaga lingkungan di sekitar sumber air,” kata Denny.

BP Batam juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga ketahanan air dengan menggunakan air secara bijak, memeriksa kebocoran instalasi, mengurangi penggunaan air untuk kebutuhan sekunder selama musim kering, serta menjaga kawasan tangkapan air dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan air Batam. Menggunakan air seperlunya dan memastikan tidak ada kebocoran di rumah merupakan langkah sederhana yang dampaknya sangat berarti apabila dilakukan bersama-sama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *