Batam, STB – BP Batam terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat seiring pesatnya pertumbuhan investasi dan pembangunan di Kota Batam.
Untuk mendukung hal tersebut, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna membahas kerja sama dalam penguatan komunikasi publik dan transformasi digital.
Ariastuty mengatakan perkembangan Batam yang semakin pesat membutuhkan penyampaian informasi yang cepat, jelas, dan mudah dipahami masyarakat. Menurutnya, berbagai informasi terkait pembangunan, investasi, hingga kebijakan pemerintah harus dapat diakses secara akurat oleh publik.
“Pertumbuhan investasi yang terus meningkat harus diimbangi dengan penguatan komunikasi publik yang efektif. Informasi pembangunan, investasi, dan berbagai kebijakan strategis perlu disampaikan secara tepat agar dapat dipahami oleh masyarakat maupun para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Batam saat ini mencatat pertumbuhan investasi yang cukup tinggi. Pada triwulan pertama tahun 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp17,4 triliun atau meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara sepanjang tahun 2025, nilai investasi yang masuk ke Batam mencapai Rp69,3 triliun dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 6,76 persen.
Melihat perkembangan tersebut, Komdigi menilai penting bagi setiap instansi pemerintah untuk memiliki strategi komunikasi yang kuat agar informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Sekretaris Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Komdigi, Nada Fitria, dan Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani, menekankan pentingnya pemanfaatan media resmi pemerintah, baik situs web maupun media sosial, sebagai sumber informasi yang terpercaya.
Selain itu, Komdigi juga mendorong kerja sama yang baik dengan media massa yang profesional agar informasi yang diterima masyarakat lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas berbagai hal, mulai dari pengelolaan isu publik, strategi komunikasi berbasis data, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan pelayanan publik melalui platform digital.
Farida mengatakan Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan investasi, industri, dan ekonomi digital sehingga membutuhkan pengelolaan komunikasi yang baik untuk mendukung pembangunan daerah.
“Batam menghadapi tantangan yang tidak ringan dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik. Karena itu diperlukan kolaborasi yang kuat agar informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kerja sama ini, BP Batam berharap masyarakat dapat memperoleh informasi yang lebih cepat, transparan, dan mudah dipahami mengenai berbagai program pembangunan serta perkembangan investasi yang berlangsung di Batam.














