Amsakar Serap Aspirasi Warga Sungai Beduk, Bahas Air Bersih hingga Infrastruktur

Batam, STB – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Sungai Beduk sekaligus memaparkan capaian pembangunan Pemerintah Kota Batam.

Kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat itu berlangsung di halaman Kantor Camat Sungai Beduk, Kamis (8/10/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah persoalan disampaikan warga, mulai dari ketersediaan air bersih, penerangan jalan umum (PJU), hingga kebutuhan lahan pemakaman.

Amsakar mengatakan, pertemuan langsung dengan masyarakat penting untuk membangun komunikasi sekaligus mengetahui persoalan yang dihadapi warga.

Terkait kebutuhan lahan pemakaman, Pemko Batam telah mengusulkan perluasan lahan seluas 23,5 hektare di Kecamatan Sungai Beduk. Dari jumlah tersebut, proses persetujuan penggunaan lahan seluas 4,76 hektare telah memasuki tahap akhir di tingkat pusat.

Sementara itu, pembangunan tahap pertama Jalan Lingkar Selatan sepanjang 2,4 kilometer, dari Simpang Sei Tanjung menuju Kantor Camat Sungai Beduk, sedang berjalan pada 2026.

Pemerintah juga melakukan penambahan penerangan jalan di sepanjang Jalan S. Parman dan Kampung Duriat secara bertahap bersama BP Batam.

Untuk persoalan air bersih, Amsakar menyebut sejumlah kendala, di antaranya jaringan perpipaan yang sudah berusia puluhan tahun dan menurunnya debit air waduk akibat rendahnya curah hujan.

Ia mengajak masyarakat menjaga kawasan tangkapan air dan menghemat penggunaan air bersih.

Selain menyerap aspirasi, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian program prioritas Pemko Batam selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra.

Di bidang pendidikan, pemerintah telah menyalurkan 105.670 paket seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri maupun swasta. Pemko Batam juga memberikan beasiswa kepada 48 mahasiswa asal Batam.

Di sektor kesehatan, capaian Universal Health Coverage (UHC) Batam mencapai 98 persen.

Sementara di bidang perlindungan sosial, pemerintah memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 7.000 nelayan dan pekerja rentan. Bantuan untuk 4.000 lansia juga ditingkatkan menjadi Rp 400.000 per bulan.

Pemko Batam turut menyalurkan bantuan permodalan UMKM sebesar Rp 1,3 miliar kepada 1.500 pemohon serta menggelar pelatihan vokasi bagi 4.433 peserta.

Amsakar menyebut berbagai program tersebut turut diiringi perbaikan indikator pembangunan. Angka kemiskinan Batam turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi Batam pada semester pertama 2026 mencapai 7,28 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga tercatat sebesar 83,8 atau masuk kategori sangat tinggi.

Amsakar menegaskan, capaian pembangunan Batam merupakan hasil kerja bersama pemerintah dan masyarakat.

Ia berharap masyarakat terus menjaga kebersamaan serta bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama melalui media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *