Batam, STB – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan, perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batam 2026 akan difokuskan pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Amsakar saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Batam dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Batam, Rabu (2/9/2026).
Amsakar mengatakan, berbagai masukan DPRD menjadi bahan pemerintah daerah dalam menyempurnakan perubahan APBD 2026 agar anggaran digunakan secara transparan dan tepat sasaran.
Menurut Amsakar, pemerintah akan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui digitalisasi pajak dan pemutakhiran data wajib pajak tanpa harus menaikkan tarif pajak.
Sementara itu, belanja daerah akan diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar, pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan.
Pemko Batam juga memprioritaskan penanganan banjir, perbaikan jalan, pengelolaan sampah, serta peningkatan keselamatan lalu lintas.
Di bidang sosial, pemerintah memastikan keberlanjutan program beasiswa, bantuan sosial bagi warga lanjut usia, serta jaminan kesehatan bagi pekerja rentan.
Amsakar juga menyebutkan, bantuan sosial akan menggunakan data penerima yang valid agar penyalurannya tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah akan memperkuat pelatihan tenaga kerja, pendampingan UMKM, serta menjaga daya beli masyarakat melalui operasi pasar dan pemantauan harga pangan.
Terkait rencana penyertaan modal sebesar Rp 20 miliar kepada BRK Syariah, Amsakar mengatakan, pemerintah akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk mempertimbangkan risiko dan manfaat ekonominya.
“Seluruh masukan dari DPRD menjadi acuan penting agar perubahan APBD 2026 dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkeadilan bagi masyarakat,” ujar Amsakar.














