Daerah  

PLN Batam Bantah Blackout 20 Jam Dipicu Pembangunan Data Center

Screenshot

Batam, STB – PT PLN Batam membantah pemadaman listrik atau blackout yang melanda Kota Batam hingga hampir 20 jam pada Senin (12/10) lalu disebabkan oleh masifnya pembangunan pusat data atau data center di Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan gangguan listrik terjadi akibat meledaknya salah satu trafo di Gardu Induk Sei Harapan. Insiden tersebut menyebabkan hilangnya daya listrik dan berdampak pada sistem kelistrikan Batam.

“Pemadaman listrik yang terjadi di Batam bukan disebabkan oleh pembangunan data center. Berdasarkan hasil pemeriksaan, gangguan terjadi akibat meledaknya salah satu trafo di Gardu Induk Sei Harapan,” ujar Kwin Fo.

Ia menjelaskan, penyebab gangguan diketahui setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim internal PLN Batam bersama kepolisian, termasuk Polda Kepri dan Bareskrim Polri.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap penyebab pemadaman yang melumpuhkan pasokan listrik di Batam selama berjam-jam.

Blackout pada Senin (12/10) lalu berdampak pada aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Peristiwa ini juga memunculkan pertanyaan mengenai keandalan sistem kelistrikan Batam di tengah pesatnya pembangunan industri, termasuk data center.

PLN Batam menegaskan hasil pemeriksaan menunjukkan gangguan berasal dari trafo di Gardu Induk Sei Harapan, bukan akibat pembangunan data center.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *