PADANGSIDIMPUAN, STB — Di tengah rutinitas mencari nafkah di jalanan, perhatian sederhana dapat menghadirkan makna tersendiri bagi masyarakat pekerja informal. Sebungkus nasi bukan sekadar makanan, tetapi juga bentuk kepedulian kepada mereka yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
Semangat tersebut mewarnai kegiatan Jumat Berkah melalui pembagian nasi bungkus kepada masyarakat di Kota Padangsidimpuan, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan ini membawa amanat kepedulian Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Padangsidimpuan, Kompol Parlindungan Panjaitan, S.H., M.H. Pembagian nasi bungkus menyasar sejumlah pekerja informal, di antaranya pengemudi becak bermotor (betor), petugas parkir, dan tukang sol sepatu.
Kegiatan berlangsung di sejumlah titik, termasuk kawasan Simpang Kantor Pos dan sepanjang Jalan WR Supratman. Para penerima merupakan masyarakat yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari untuk memperoleh penghasilan.
Sahrial Tanjung, seorang tukang sol sepatu yang beraktivitas di kawasan Simpang Kantor Pos, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Wakapolres yang telah membantu masyarakat sederhana. Syukur Alhamdulillah, walaupun sederhana, bantuan ini cukup membantu masyarakat,” ungkap Sahrial.
Apresiasi serupa disampaikan Simanungkalit, seorang petugas parkir di depan Toko Gimbara. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wakapolres Padangsidimpuan atas pembagian nasi bungkus kepada para juru parkir yang beraktivitas di sepanjang Jalan WR Supratman.
Sementara itu, Ahmad, seorang pengemudi becak bermotor, mengaku bersyukur menerima nasi bungkus dalam kegiatan tersebut.
“Terima kasih, Pak Wakapolres. Semoga murah rezeki,” ucap Ahmad.
Kesaksian ketiganya memperlihatkan bagaimana perhatian sederhana dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang sehari-hari bekerja di sektor informal. Di tengah kesibukan menunggu penumpang, melayani kendaraan yang parkir, maupun menunggu pelanggan, mereka tetap berjuang untuk memperoleh penghasilan.
Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, semangat berbagi menjadi salah satu wujud kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu diukur dari besar kecilnya bantuan. Perhatian yang diberikan dengan tulus pun dapat menjadi pengingat bahwa masyarakat yang berjuang mencari nafkah tidak luput dari kepedulian sesama.














