Amsakar Buka Dialog dengan Tokoh Masyarakat, Bahas Pendidikan hingga Kemudahan Bayar UWT

Batam, STB – Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka ruang dialog dengan tokoh masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga. Dalam pertemuan yang digelar di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu (22/7/2026) malam, sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari pendidikan, kemudahan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam, hingga percepatan pembangunan daerah.

Amsakar mengatakan, forum silaturahmi tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sebagai wadah komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, dialog yang terbuka diperlukan untuk menyamakan persepsi serta membangun kolaborasi dalam mendukung pembangunan Batam.

“Silaturahmi ini sengaja kita jadwalkan setiap tiga bulan. Tujuannya agar pemerintah dan masyarakat terjalin komunikasi yang sinergis, membetulkan persepsi yang kemarin salah, meluruskan pandangan yang bengkok, dan mendekatkan hubungan yang selama ini terasa jauh,” kata Amsakar.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, ia mengajak masyarakat terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Batam selama satu tahun lima bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Batam masih berada di atas rata-rata nasional. Realisasi investasi juga melampaui target dengan mencapai sekitar Rp69,5 triliun, lebih tinggi dari target Rp60 triliun.

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Batam masuk kategori sangat tinggi dan menempati peringkat kelima terbaik di Pulau Sumatera.

“Semua capaian ini tidak mungkin diraih pemerintah sendiri. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama para tokoh masyarakat yang terus mendukung setiap kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Pada sesi dialog, Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Batam dalam penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13. Ia menilai kehadiran sekolah tersebut akan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Adi juga mengusulkan adanya mekanisme pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam secara kolektif dengan skema yang lebih mudah agar dapat meringankan beban masyarakat.

Menanggapi hal itu, Amsakar menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Hingga saat ini, Pemko Batam telah menyediakan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Insyaallah, kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan. Saya memberikan atensi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.

Sementara terkait usulan pembayaran UWT, Amsakar mengatakan pemerintah terus mengembangkan layanan jemput bola untuk mempermudah masyarakat mengurus administrasi pertanahan, termasuk pembayaran UWT, sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *