Investasi di Batam Tembus Rp 44 Triliun pada 2025, Naik 73 Persen

Batam, STB – Batam mencatat pertumbuhan investasi yang signifikan sepanjang 2025. Di tengah tantangan ekonomi global, realisasi investasi di kota ini mencapai Rp 44,01 triliun atau naik 72,83 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 25,46 triliun.

Berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), capaian tersebut juga melampaui target investasi 2025 yang ditetapkan sebesar Rp 36,9 triliun.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan peningkatan investasi menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batam terus bertambah.

“Batam tetap menjadi kawasan yang dipercaya investor. Ini menunjukkan iklim investasi di Batam semakin baik dan mampu bersaing,” kata Amsakar, Senin (22/6).

Menurutnya, kenaikan investasi didukung oleh berbagai langkah yang dilakukan pemerintah, seperti penyederhanaan perizinan, perbaikan regulasi, dan pembangunan infrastruktur.

Amsakar menambahkan, investasi yang terus meningkat menjadi bukti bahwa Batam masih memiliki prospek yang baik di mata pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sepanjang 2025, investasi dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 18,43 triliun atau naik sekitar 126 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara investasi asing (PMA) mencapai Rp 25,58 triliun atau tumbuh hampir 48 persen. Singapura masih menjadi negara dengan nilai investasi terbesar di Batam.

Tren positif juga berlanjut pada triwulan pertama 2026. Selama Januari hingga Maret, investasi yang masuk mencapai Rp 17,4 triliun atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lima negara penyumbang investasi terbesar pada periode tersebut adalah Singapura, Hong Kong, Amerika Serikat, China, dan Jepang.

Sebagian besar investasi masuk ke sektor industri mesin dan elektronik, kimia dan farmasi, jasa, serta kawasan industri dan properti.

Amsakar optimistis investasi di Batam akan terus tumbuh. Salah satu faktor pendukungnya adalah perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam dari 8 menjadi 22 pulau, yang membuka lebih banyak peluang investasi di sektor industri, logistik, pariwisata, hingga energi.

Selain itu, BP Batam juga terus membangun infrastruktur, seperti jalan, pelabuhan, bandara, jaringan air bersih, dan fasilitas umum lainnya untuk mendukung kebutuhan investor.

“Kami ingin memberikan kepastian usaha, infrastruktur yang memadai, dan pelayanan yang cepat. Harapannya, investasi yang masuk bisa membuka lebih banyak lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Amsakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *