Batam, STB – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menjenguk seorang bocah berinisial RAL (9) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya di RSUD Embung Fatimah, Batuaji, Senin (22/6).
Saat memasuki ruang perawatan, Amsakar menghampiri RAL yang masih menjalani perawatan akibat luka di wajah dan tubuhnya. Ia memberikan semangat serta menyerahkan bingkisan dan santunan kepada korban.
Amsakar mengecam keras dugaan kekerasan yang dialami anak tersebut. Menurutnya, tindakan itu tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
“Kami sangat menyayangkan dan mengutuk keras perbuatan yang dilakukan terhadap anak ini. Tindakan tersebut sudah di luar batas kemanusiaan dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun,” kata Amsakar.
Ia memastikan Pemerintah Kota Batam akan memberikan pendampingan kepada korban, termasuk menjamin kelanjutan pendidikannya.
“Pemko Batam memastikan masa depan anak ini tidak boleh terputus. Kami akan menjamin kelanjutan pendidikannya hingga tuntas sehingga ia tetap memiliki kesempatan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Selain menjenguk RAL, Amsakar juga mengunjungi sejumlah korban kecelakaan rombongan jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tembesi Indah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Dalam kesempatan itu, ia menyapa para korban dan keluarganya serta memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang optimal.
“Musibah memang tidak pernah kita ketahui kapan datangnya. Yang terpenting sekarang adalah tetap semangat menjalani proses penyembuhan, ikhlas menerima cobaan ini, dan percaya selalu ada hikmah di balik setiap peristiwa. Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan penanganan seluruh korban,” kata Amsakar.
Ia menegaskan, Pemko Batam akan terus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan, baik dalam penanganan korban maupun memastikan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik.














