Batam, STB – Khusus investasi dari dalam negeri, kenaikannya sangat tinggi hingga 216 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan semakin besarnya kepercayaan investor lokal terhadap Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut menunjukkan Batam semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.
“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mampu merealisasikannya dengan lebih cepat dan produktif,” kata Amsakar.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai Batam masih menjadi penggerak utama ekonomi di Kepulauan Riau.
“Batam memegang peran penting dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan investasi ini berdampak pada sektor industri, perdagangan, logistik, dan jasa,” ujarnya.
Berdasarkan sektor usaha, investasi terbesar masuk ke industri mesin dan elektronik sebesar 23,65 persen. Kemudian disusul sektor kimia dan farmasi sebesar 21,18 persen, jasa lainnya sebesar 17,70 persen, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran sebesar 13,09 persen.
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan investasi di Batam banyak didorong oleh sektor industri bernilai tinggi.
Secara regional, Batam memberikan kontribusi sekitar 73,5 persen dari total investasi di Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai Rp23,8 triliun pada periode yang sama.
Hal ini memperlihatkan bahwa Batam masih menjadi pusat utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepri.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan pertumbuhan investasi ini bukan hanya soal angka, tetapi juga kualitas investasi yang masuk.
“PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh sangat baik. Ini menandakan Batam semakin dipandang sebagai kawasan yang layak, aman, dan menjanjikan untuk investasi,” katanya.
Dari negara asal investor, Singapura menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp4,82 triliun. Setelah itu diikuti oleh Hong Kong, Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
BP Batam menyatakan akan terus menjaga pertumbuhan ini dengan meningkatkan pelayanan investasi, mempercepat penyediaan lahan, serta memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Ke depan, Batam tidak hanya menargetkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga ingin membangun kawasan industri yang lebih kuat dan berkelanjutan.














