Daerah  

Inflasi Purwokerto dan Cilacap Naik pada Februari 2026, BI Perkuat Strategi 4K Jelang Idulfitri

Purwokerto, STB – Inflasi di Purwokerto dan Cilacap tercatat meningkat pada Februari 2026 seiring kenaikan permintaan masyarakat selama Ramadan dan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) di Purwokerto sebesar 0,78 persen dengan inflasi tahunan (year on year/yoy) mencapai 4,14 persen. Sementara itu, Cilacap mengalami inflasi bulanan 0,80 persen dan inflasi tahunan 4,22 persen.

Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Christoveny, mengatakan kenaikan inflasi terutama dipicu oleh meningkatnya permintaan bahan pangan dan kenaikan harga emas perhiasan.

“Peningkatan inflasi pada Februari 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas pangan strategis seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan bawang merah seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan. Selain itu, harga emas perhiasan juga mengalami kenaikan dipengaruhi dinamika harga emas global,” ujar Christoveny (3/3).

Di Purwokerto, komoditas penyumbang inflasi terbesar secara bulanan antara lain cabai rawit dengan andil 0,18 persen, daging ayam ras 0,15 persen, bawang merah 0,07 persen, emas perhiasan 0,07 persen, serta tarif air minum PAM 0,06 persen.

Adapun di Cilacap, inflasi terutama disumbang oleh daging ayam ras dengan andil 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, serta telur ayam ras 0,06 persen.

Meski demikian, sejumlah komoditas tercatat menahan laju inflasi, seperti bensin, wortel, dan bawang putih yang memberikan andil negatif pada periode tersebut.

Christoveny menegaskan, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui prinsip 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kami memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas harga, khususnya menjelang Idulfitri. Fokus kami adalah memastikan pasokan aman dan distribusi lancar agar inflasi tetap terkendali sesuai sasaran nasional,” katanya.

BI optimistis dengan sinergi yang solid, tekanan inflasi selama periode Ramadan dan Idulfitri dapat dikelola sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *