MANDAILING NATAL, STB — Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Binsar Nasution, ditikam setelah mengikuti kegiatan reses di Desa Pintu Padang Julu, Kecamatan Siabu.
Politikus Fraksi Partai Demokrat itu diserang menggunakan sebilah pisau. Akibat kejadian tersebut, Binsar mengalami tiga luka tusuk pada bagian leher dan punggung.
Korban langsung dilarikan ke RSUD Mandailing Natal untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Senin (5/10/2026), Binsar masih menjalani perawatan.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Mandailing Natal, Ipda Musthofa Husein, mengatakan penyerangan terjadi sesaat setelah korban menyelesaikan kegiatan reses.
“Kalau untuk kronologi dari pemeriksaan awal, korban saat itu sedang reses. Setelah selesai reses, yang bersangkutan dirangkul oleh pelaku, kemudian langsung ditusuk ke bagian leher dan punggung,” kata Musthofa, Senin (5/10/2026).
Usai melakukan penyerangan, pelaku berinisial MY melarikan diri dari lokasi. Polisi kemudian melakukan pengejaran hingga berhasil menangkap MY.
Pelaku selanjutnya dibawa ke Mapolres Mandailing Natal untuk menjalani pemeriksaan. Berdasarkan pemeriksaan awal, MY mengaku melakukan penyerangan karena menyimpan dendam lama terhadap korban.
Polisi menyebut, dendam tersebut berkaitan dengan persoalan jual beli harta warisan.
Saat ini, polisi masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk motif dan kronologi penyerangan terhadap anggota DPRD Mandailing Natal itu.
MY telah ditahan di Rutan Mapolres Mandailing Natal. Polisi menjerat pelaku dengan pasal penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk melengkapi proses penyidikan kasus tersebut.
