Purwokerto, STB – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai masih menjadi tulang punggung kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Haramain Billady, mengatakan penyaluran kredit perbankan hingga November 2025 masih didominasi oleh pembiayaan produktif yang sebagian besar mengalir ke sektor UMKM, khususnya melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS).
“Penyaluran kredit BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Purwokerto masih didominasi kredit produktif, terutama kredit modal kerja. Pangsa kredit produktif mencapai sekitar 54 persen, dan sekitar 60 persennya disalurkan ke segmen UMKM,” ujar Haramain di Purwokerto, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, secara umum kondisi sektor jasa keuangan di Banyumas Raya masih terjaga stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan aset dan dana pihak ketiga (DPK) perbankan.
“Hingga akhir November 2025, aset dan DPK perbankan masih tumbuh masing-masing sebesar 4,78 persen dan 5,49 persen secara tahunan. Namun, penyaluran kredit tercatat sedikit mengalami kontraksi sebesar 0,21 persen,” katanya.
Menurut Haramain, penyaluran kredit UMKM tersebar di berbagai sektor, dengan porsi terbesar pada sektor bukan lapangan usaha, perdagangan besar dan eceran, serta sektor konstruksi. Kondisi ini menunjukkan UMKM masih memiliki peran strategis dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah.
Meski demikian, ia mengakui kinerja BPR dan BPRS masih menghadapi tantangan, terutama tingginya rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang tercatat mencapai 22,31 persen.
“Tingginya NPL ini dipengaruhi oleh proses normalisasi kredit restrukturisasi pascapandemi COVID-19. BPR dan BPRS perlu menyesuaikan kualitas portofolio kredit restrukturisasi berdasarkan kemampuan debitur,” jelasnya.
Selain sektor perbankan, Haramain menambahkan bahwa industri keuangan nonbank (IKNB) juga turut mendukung pembiayaan UMKM di wilayah Banyumas Raya. Lembaga keuangan mikro tercatat mengalami pertumbuhan DPK yang signifikan, sementara perusahaan pembiayaan menyalurkan pembiayaan hingga lebih dari Rp4 triliun pada Oktober 2025.
Di sisi penguatan kapasitas pelaku usaha, OJK Purwokerto juga terus mendorong literasi dan inklusi keuangan. Sepanjang tahun 2025, OJK telah melaksanakan lebih dari 100 kegiatan literasi keuangan yang menjangkau ratusan ribu peserta, termasuk pelaku UMKM, pelajar, dan kelompok masyarakat lainnya.
“Ke depan, OJK bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan akan terus bersinergi untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah,” tutup Haramain. (*)
Batam, STB - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah…
Karimun, STB - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau,…
Cilacap, STB – Memasuki bulan Ramadan, aktivitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU)…
Batam, STB – PT PLN Batam kembali menghadirkan program promo tambah daya listrik bagi pelanggan…
Batam, STB - Suasana sore di depan Masjid Al-Mutakin, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja,…
Banyumas, STB – Aparat kepolisian dari Polsek Tambak, Polresta Banyumas, mengamankan enam remaja yang diduga…