Cilacap, STB – Warga Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, terlihat sumringah saat tim dari Bank Indonesia (BI) KPw Purwokerto hadir, didesanya. Bagi warga di desa yang hanya bisa dijangkau melalui jalur laut itu, layanan penukaran uang kali ini bukan sekadar kemudahan, tetapi juga penghematan biaya dan waktu.
Selama ini, warga harus menyeberang menggunakan perahu compreng menuju Kota Cilacap dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Bahkan, untuk sekali perjalanan, mereka harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp12 ribu per orang, belum termasuk biaya pulang pergi maupun waktu yang terbuang.
Kehadiran layanan Kas Keliling di daerah 3T pun disambut antusias. Sejak pagi, warga datang membawa uang lusuh yang akan ditukarkan dengan pecahan Rupiah baru tanpa harus meninggalkan kampung mereka. Salah seorang warga Desa Ujung Alang, Yuli, mengaku sangat terbantu dengan layanan tersebut. Kali ini, dirinya menukarkan uang hingga sebesar Rp10 juta untuk kebutuhan sehari-hari.
“Biasanya kalau mau tukar uang harus ke bank di Kota Cilacap. Perjalanannya sekitar satu setengah jam lewat laut. Ongkosnya juga Rp12 ribu sekali jalan. Adanya penukaran ini juga memudahkan warga, karena langsung ke desa,” ujar Yuli.
Menurutnya, uang pecahan kecil sangat dibutuhkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga uang saku anak. Karena itu, kehadiran layanan penukaran uang di desa menjadi solusi yang sangat dinantikan warga.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Mahdi Abdillah, mengatakan program Kas Keliling 3T merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia menghadirkan layanan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).
“Ini merupakan ekspedisi ketiga tahun ini dan direncanakan ada empat kali pelaksanaan. Harapan kami masyarakat di wilayah Kampung Laut dan sekitarnya tetap mendapatkan uang Rupiah layak edar tanpa harus terkendala akses,” katanya.
Usai dilepas dari Pantai Teluk Penyu, tim Kas Keliling harus menempuh perjalanan laut dengan perahu untuk menuju Desa Ujung Alang. Selain melayani masyarakat Kampung Laut, layanan juga diberikan kepada warga Kelurahan Kutawaru yang berada di kawasan Segara Anakan.
Melalui program ini, Bank Indonesia tidak hanya memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di daerah terpencil, tetapi juga meringankan beban masyarakat yang selama ini harus mengeluarkan biaya transportasi dan menempuh perjalanan panjang hanya untuk menukarkan uang di bank. Bagi warga Kampung Laut, kedatangan Kas Keliling BI menjadi momen yang selalu dinanti karena menghadirkan layanan negara hingga ke pelosok yang sulit dijangkau. (*)
Purwokerto, STB – Ratusan alumni Zhuang Hua Xue Xiao (Sekolah Tionghoa) Purwokerto berkumpul dalam reuni…
Batam, STB - Pemerintah Swedia menunjukkan dukungannya terhadap penguatan sektor energi di Batam melalui kunjungan…
Purwokerto, STB – Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas berhasil mengungkap praktik pengoplosan LPG bersubsidi dengan…
Jakarta, STB – Relawan Jurnal Indonesia (RJI) mendorong penerapan sistem publikasi jurnal ilmiah tanpa membebankan…
Jakarta, STB - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memaparkan capaian kinerja Kawasan Perdagangan…
Purwokerto, STB – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyumas menggelar audiensi dengan Dewan Pimpinan…