Daerah

Polres Karimun Gulung Sindikat Narkoba

Karimun, STB – Diawal tahun 2024, jajaran Polres Karimun, Kepulauan Riau, berhasil mengungkap tindak pidana Narkoba dan meringkus sindikat pengedar Narkoba di wilayah Kabupaten Karimun.

Terhitung dari 03 Januari 2024 sampai dengan 11 Januari 2024, Satres Narkoba Polres Karimun berhasil mengungkap 4 kasus peredaran Narkoba dan mengamankan 6 orang pelaku.

Dari para pelaku diamankan Narkotika Shabu sebanyak 1227,69 gram, 385 butir pil ekstasi, 1,15 gram serbuk ekstasi dan 479 butir pil erimin atau disebut happy five.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Fadli Agus, saat menggelar konfrensi pers di aula serba guna Polres Karimun, Kamis (11/01/2024).

Fadli mangatakan, 6 orang yang diamankan yakni inisial DS, MI, MM, MR, IO dan AS, merupakan sindikat pengedar Narkoba di wilayah Kecamatan Karimun dan Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun.

“Di wilayah Kecamatan Karimun kita ungkap 2 kasus dengan tersangka 3 orang, di wilayah Kecamatan Tebing terdiri dari 2 Kasus dengan tersangka 3 orang tersangka juga,” kata Fadli, yang di dampingi Kasat Narkoba Polres Karimun, IPTU Alfin Dwi Wahyudi Nuntung.

Fadli melanjutkan, dari hasil pemeriksaan tersangka, barang bukti keseluruhan yang diamankan memang akan diedarkan di wilayah Kabupaten Karimun.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka dan seluruh barang bukti yang kita amankan ini memang sengaja diedarkan di wilayah Kabupaten Karimun. Dengan demikian kita sudah menyelamatkan ribuan lebih jiwa manusia,” jelas Fadli.

Fadli berharap, dengan diamankannya keenam tersangka tersebut menjadi misi sangat penting bagi jajarannya, agar lebih fokus dalam mengungkap peredaran Narkoba.

Dirinya juga menghimbau masyarakat agar tetap tanggap, dengan segera melaporkan kepada pihaknya apabila mengetahui indikasi peredaran narkoba.

“Saya mengapresiasi pengungkapan ini, namun saya menegaskan kepada seluruh anggota untuk lebih fokus dalam menangani setiap kasus. Kepada masyarakat saya juga mengharapkan kerjasamanya. Segera laporkan apabila melihat indikasi pelanggaran hukum, khususnya dalam peredaran Narkoba di lingkungan,” tegas Fadli.

Para tersangka di jerat Pasal 114 ayat 1 dan ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 1 dan ayat 2, Undang – Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun penjara maksimal seumur hidup, atau pidana denda 800 juta rupiah sampai dengan 10 milyar rupiah.

Redaksi Admin

Recent Posts

Sustainability Report 2025 Terbit, Telkom Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG

Jakarta, STB - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk resmi menerbitkan Sustainability Report (SR) 2025 yang…

4 hours ago

BP Batam dan Koarmada I Bahas Keamanan Pelabuhan hingga Pemanfaatan AI

Batam, STB – BP Batam menerima kunjungan Kepala Staf Komando Armada (Kaskoarmada) I Tanjungpinang, Laksamana…

5 days ago

Perbaikan Pipa Bocor di Simpang Plamo Selesai, Pasokan Air Mulai Normal Bertahap

Batam, STB – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi air bersih di jalur Simpang Plamo menuju…

6 days ago

Pemko Batam Ingatkan Warga Cek Status BPJS Kesehatan Gratis

Batam, STB - Pemerintah Kota Batam terus memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui program BPJS…

6 days ago

Adira Finance Hadirkan Dealer Vaganza di Batam, Banjir Promo Kredit Mobil dan Kesempatan Umrah Gratis

Batam, STB - Kabar menarik bagi masyarakat Batam yang sedang berencana membeli kendaraan baru. PT…

7 days ago

Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Penggerak Utama

Batam, STB – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat realisasi investasi sebesar…

1 week ago