Nasional

Mendikti Minta Kampus Cegah Bullying di Mahasiswa

STB.COM – Mencegah terjadinya kasus kekerasan atau perundungan (bullying), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro mengingatkan perguruan tinggi untuk memperhatikan betul-betul kondisi mahasiswanya.

“Jadi saya mau pada setiap pimpinan perguruan tinggi, perhatikan betul kondisi mahasiswa yang ada di kampusnya masing-masing,” kata Prof. Satryo dilansut dari Kompas.com, Jumat (13/12/2024).

Jika terlalu besar untuk diperhatikan, Prof. Satryo menyarankan kampus untuk memantau mahasiswa lewat kepala program studi (kaprodi).

Sehingga mahasiswa bisa terlayani dengan baik dan terpantau kegiatannya agar tidak lagi terjadi kasus bullying.

“Kaprodi untuk memastikan mahasiswanya itu terlayani dengan baik di kampus, tidak ada hal-hal yang menyebabkan seperti kekerasan dan mungkin bullying atau apa dan sebagainya,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Satryo juga mengingatkan agar kampus yang belum mampu memperhatikan mahasiswanya agar tidak terlalu banyak menerima mahasiswa baru. Sehingga, jumlah mahasiswa yang masum tetap bisa dikontrol dan mencegah terjadinya kasus kekerasan dan bullying.

“Makanya kampus-kampus kalau belum bisa menggaet banyak mahasiswa, ya jangan terlalu besar penerimaan mahasiswa barunya supaya terkontrol mahasiswa yang ada itu,” ungkapnya.

Mendikti juga mengimbau agar kampus jangan terlalu banyak mahasiswa diterima. Tidak terlalu diurus akibatnya bisa terjadi gangguan seperti itu (bullying).

Sebagai informasi, data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) pada tahun 2022, korban kekerasan seksual di satuan pendidikan Indonesia mencapai 21.221 orang dan terus mengalami kenaikan.

Mirisnya, kasus kekerasan seksual justru paling banyak terjadi di universitas yang merupakan institusi pendidikan tertinggi.

Berdasar survei yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020, 77 persen responden dari kalangan dosen menyatakan kekerasan seksual pernah terjadi di kampusnya dan 60 persen responden memilih untuk tidak melaporkan kejahatan tersebut.(*)

Redaksi Admin

Recent Posts

BP Batam dan Koarmada I Bahas Keamanan Pelabuhan hingga Pemanfaatan AI

Batam, STB – BP Batam menerima kunjungan Kepala Staf Komando Armada (Kaskoarmada) I Tanjungpinang, Laksamana…

1 day ago

Perbaikan Pipa Bocor di Simpang Plamo Selesai, Pasokan Air Mulai Normal Bertahap

Batam, STB – Proses perbaikan kebocoran pipa transmisi air bersih di jalur Simpang Plamo menuju…

2 days ago

Pemko Batam Ingatkan Warga Cek Status BPJS Kesehatan Gratis

Batam, STB - Pemerintah Kota Batam terus memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat melalui program BPJS…

2 days ago

Adira Finance Hadirkan Dealer Vaganza di Batam, Banjir Promo Kredit Mobil dan Kesempatan Umrah Gratis

Batam, STB - Kabar menarik bagi masyarakat Batam yang sedang berencana membeli kendaraan baru. PT…

3 days ago

Investasi Batam Tembus Rp69,3 Triliun, Sektor Digital dan Energi Jadi Penggerak Utama

Batam, STB – Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencatat realisasi investasi sebesar…

3 days ago

Pemko Batam Siapkan Apresiasi Wajib Pajak Taat Pajak 2026

Batam, STB - Pemerintah Kota Batam melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus mematangkan persiapan pelaksanaan…

3 days ago