Daerah  

Kabut Asap Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Pemkab Madina Terapkan Belajar Daring

MANDAILING NATAL, STB — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Utara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat warga khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan. Wilayah yang terdampak di antaranya Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, dan Kota Padangsidimpuan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal menerapkan pembelajaran jarak jauh atau daring bagi siswa sekolah guna mengurangi paparan kabut asap.

Sejumlah warga mengaku mulai merasakan dampak kabut asap, seperti mata perih, tenggorokan kering, hidung terasa perih, hingga gangguan pernapasan. Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan anak-anak, terutama ketika beraktivitas di luar rumah.

Salah seorang warga, Sapri, mengatakan kabut asap semakin mengganggu aktivitas masyarakat. Selain jarak pandang yang mulai terbatas, ia mengkhawatirkan kesehatan anak-anaknya saat berangkat ke sekolah.

Sapri berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap, termasuk mempertimbangkan penghentian sementara kegiatan belajar tatap muka selama kondisi udara belum membaik.

Sementara itu, Bupati Mandailing Natal, Saifullah Nasution, menyatakan pemerintah daerah akan menerapkan pembelajaran jarak jauh melalui sistem daring. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi paparan asap terhadap para siswa.

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga berencana menyurati Gubernur Sumatera Utara agar Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara melakukan pemeriksaan kualitas udara secara berkala di wilayah tersebut.

Saifullah mengatakan, kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pemerintah daerah. Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran jarak jauh akan dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal, Firdaus Batubara, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Meski demikian, Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan rumah sakit dan puskesmas untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia yang perlu mendapat perhatian terhadap dampak paparan asap.

Firdaus mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Apabila harus beraktivitas di luar, masyarakat diimbau menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel asap.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipasi dan melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala agar dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakatdapat diminimalkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *