Daerah

Demo Besar Nelayan di KKP, 1400 Nelayan Asal Cilacap, Tolak Naturalisasi Kapal Asing

Jakarta, STB – Belasan ribu nelayan dan pelaku usaha perikanan yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI) menggelar aksi unjuk rasa nasional di depan Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025). Massa dari berbagai daerah, termasuk Cilacap, turun ke jalan mendesak pemerintah segera melakukan reformasi kebijakan perikanan nasional.

 

Meski di bawah guyuran hujan, sejak pagi hari, massa bergerak long march dari kawasan IRTI Monas menuju Kantor KKP. Sepanjang perjalanan, para nelayan meneriakkan yel-yel “Hidup Nelayan” sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap merugikan.

 

Meski memadati ruas jalan utama di sekitar Gambir, aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa juga membentangkan spanduk berisi aspirasi para nelayan. Aksi ini diikuti nelayan dari berbagai wilayah pesisir di Indonesia, termasuk dari Kabupaten Cilacap yang ikut mengerahkan ribuan massa.

 

Kehadiran nelayan lintas daerah tersebut menegaskan bahwa tuntutan yang disuarakan bersifat nasional dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat pesisir.

 

Dalam orasinya, Koordinator aksi dari Ketua Solidaritas Nelayan Indonesia (SNI), Hadi Sutrisno menegaskan sejumlah tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah.

 

“Kami menuntut penurunan PNBP pascaproduksi dengan persentase maksimal 3 persen. Kami juga menolak kebijakan penangkapan ikan terukur karena menyulitkan dan cenderung dipaksakan, serta menolak naturalisasi kapal asing dalam bentuk apa pun,” tegas Hadi.

 

Selain itu, massa juga menolak kriminalisasi nelayan dan mendesak revisi aturan yang dinilai berpotensi menjerat nelayan kecil. Mereka juga menolak kebijakan zonasi laut.

 

“Laut bukan tanah kapling. Kami menolak kebijakan zonasi laut dan PBB laut. Tuntutan kami jelas: hapus kapal asing, turunkan PNBP jadi 3 persen, dan hentikan penangkapan ikan terukur,” lanjutnya.

 

Hadi menegaskan nelayan dan pelaku usaha perikanan solid mendesak pemerintah melakukan format ulang kebijakan KKP. Menurutnya, kebijakan yang disusun tanpa melibatkan nelayan justru memperparah kondisi ekonomi masyarakat pesisir.

 

Selain pimpinan SNI, sejumlah perwakilan nelayan dari berbagai daerah turut menyampaikan orasi dengan tuntutan serupa, yakni penolakan kebijakan yang dinilai membebani nelayan kecil dan usaha perikanan tradisional.

 

Setelah sekitar dua jam berorasi, sekitar 20 perwakilan nelayan masuk ke Kantor KKP untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Usai pertemuan tersebut, massa melanjutkan aksi ke Kantor Sekretariat Negara (Setneg).

 

Di Setneg, perwakilan SNI, KKP, dan Sekretariat Negara melakukan audiensi dan mediasi. Hingga Kamis siang, belasan ribu nelayan masih bertahan di sekitar lokasi sambil menunggu hasil pertemuan.

 

Massa membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan reformasi kebijakan perikanan serta menegaskan komitmen untuk terus mengawal realisasi tuntutan tersebut.

 

Sementara Ketua Solidaritas Nelayan Indonesia Cilacap, Edy Santoso yang ikut hadir dalam aksi ini mengatakan, para nelayan solid untuk menolak naturalisasi kapal asing di Indonesia. Selain itu, sejumlah tuntutan lain yang masih memberatkan, ikut dibawa ke Jakarta dalam aksi kali ini.

 

“SNI Cilacap, datang dengan membawa 1400 nelayan untuk menolak naturalisasi kapal asing di Indonesia. Selain itu, dalam aksi ini, juga menuntut pemerintah bisa mengajak para nelayan untuk duduk bersama membahas permasalahan para nelayan selama ini”, ujarnya.

Redaksi Admin

Recent Posts

BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

Batam, STB - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah…

1 day ago

DPW NasDem Kepri Gelar Safari Ramadan di Karimun, Perkuat Konsolidasi dan Berbagi dengan Anak Yatim

  Karimun, STB - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau,…

2 days ago

Operasi Penuh Saat Ramadan, Kilang Cilacap Pasok 348 Ribu Barel BBM per Hari

Cilacap, STB – Memasuki bulan Ramadan, aktivitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU)…

3 days ago

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

Batam, STB – PT PLN Batam kembali menghadirkan program promo tambah daya listrik bagi pelanggan…

4 days ago

Satreskrim Polresta Barelang Bagi Nasi ke Warga Tanjunguma, 150 Kotak Ludes Jelang Berbuka

  Batam, STB - Suasana sore di depan Masjid Al-Mutakin, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja,…

7 days ago

Konvoi 30 Motor Dibubarkan, Polisi Amankan 6 Remaja Diduga Hendak Perang Sarung di Banyumas

Banyumas, STB – Aparat kepolisian dari Polsek Tambak, Polresta Banyumas, mengamankan enam remaja yang diduga…

1 week ago