Daerah

BI Purwokerto Musnahkan 6.461 Lembar Uang Palsu, Perkuat Sinergi Botasupal Banyumas Raya

Purwokerto, STB – Bank Indonesia (BI) Purwokerto bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal) wilayah Banyumas Raya memusnahkan sebanyak 6.461 lembar uang palsu yang berhasil ditemukan dari hasil setoran perbankan maupun laporan masyarakat.

Pemusnahan uang palsu tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas uang beredar sekaligus melindungi masyarakat dari tindak pidana pemalsuan Rupiah.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pimpinan instansi, di antaranya Kapolresta Banyumas, perwakilan BIN Daerah Banyumas, Pengadilan Negeri Purwokerto dan Banyumas, Kejaksaan Negeri Purwokerto, Bea Cukai Purwokerto, serta jajaran pimpinan perbankan di wilayah Banyumas Raya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, mengatakan bahwa pemusnahan uang palsu merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

“Pemusnahan ini adalah bentuk komitmen kami untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah. Sinergi yang kuat antarinstansi menjadi kunci utama dalam memberantas peredaran uang palsu,” ujar Christoveny.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Botasupal Banyumas Raya yang dinilai konsisten menjaga koordinasi dalam upaya pemberantasan uang palsu.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P. Silalahi menegaskan bahwa kepolisian akan menindak tegas setiap pelaku pemalsuan uang sesuai hukum yang berlaku.

Menurutnya, kolaborasi dengan Bank Indonesia, kejaksaan, pengadilan, serta unsur terkait akan terus diperkuat agar penanganan perkara berjalan efektif.

Uang palsu yang dimusnahkan merupakan akumulasi temuan sejak tahun 2023 hingga Oktober 2025. Proses pemusnahan dilakukan menggunakan Mesin penghancur kertas yang bisa menghancurkan uang hingga menjadi partikel kecil sehingga tidak dapat digunakan kembali.

Untuk mencegah peredaran uang palsu, BI Purwokerto juga terus mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan melalui kampanye Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

Masyarakat diminta rutin menerapkan prinsip 3D dalam transaksi tunai, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, guna memastikan keaslian uang.

Dengan sinergi Botasupal, aparat penegak hukum, dan partisipasi masyarakat, BI berharap upaya menjaga kedaulatan Rupiah serta stabilitas sistem pembayaran nasional dapat terus diperkuat. (*)

Redaksi

Recent Posts

Amsakar Benahi Sistem Sampah Batam, Libatkan Riset hingga Teknologi Modern

Batam, STB - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan keseriusannya dalam membenahi persoalan sampah di…

17 hours ago

Di Balik Gemerlap Usaha, First Club Hadirkan 1.000 Senyuman untuk Warga

Batam, STB – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di First Club, Jalan Duyung, Lubuk…

1 day ago

Kejar Target, Pansus DPRD Batam Bahas LKPj 2025 Maraton hingga Malam

Batam, STB - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam terus ngebut membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban…

2 days ago

Transformasi Digital Batam Digenjot, Pemko Fokus Perluasan Kanal Pembayaran

Batam, STB - Pemerintah Kota Batam terus mempercepat langkah transformasi digital, khususnya dalam sistem transaksi…

2 days ago

Kapolda Kepri Sampaikan Duka, Tegaskan Proses Hukum Kasus Kematian Bripda NS

Batam, STB - Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya…

2 days ago

Pietra: Media Wajib Jaga Integritas, Bukan Bangun Persepsi Negatif

Batam, STB - Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau, Pietra Machreza Paloh, menegaskan sikap…

2 days ago