Batam, STB – Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, meminta seluruh jajaran Pemko Batam dan BP Batam mempercepat realisasi program dan penyerapan anggaran tahun 2026. Arahan tersebut disampaikan Amsakar saat memimpin apel gabungan Pemko Batam dan BP Batam di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (2/11/2026).
Memasuki November, Amsakar mengingatkan agar seluruh program yang telah direncanakan segera dilaksanakan. Ia tidak ingin pekerjaan menumpuk menjelang akhir tahun anggaran. Pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), deputi, dan direktur diminta turun langsung memantau pelaksanaan program di masing-masing unit kerja. Termasuk mengawasi perangkat daerah penghasil agar penerimaan, khususnya dari pajak daerah, dapat dioptimalkan.
Amsakar menegaskan, program yang tidak terlaksana merupakan bentuk pemborosan anggaran. Apalagi, APBD Perubahan sudah disahkan sehingga tidak ada lagi ruang untuk melakukan penyesuaian anggaran.Jika terdapat kendala dalam pelaksanaan program, ia meminta agar segera dilaporkan kepada Inspektorat atau pihak pengawasan terkait.
Selain penyerapan anggaran, Amsakar juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan integritas seluruh ASN serta pegawai di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam. Ia meminta setiap pimpinan bertanggung jawab mengawasi kehadiran dan kepatuhan pegawai terhadap jam kerja. Jika ditemukan pelanggaran, penanganannya harus dilakukan secara berjenjang dan tidak dibiarkan berlarut-larut.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyoroti tiga persoalan utama yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni pelayanan air bersih, banjir, dan sampah. Menurutnya, ketiga persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama Pemko Batam dan BP Batam. Koordinasi antara pimpinan hingga petugas di lapangan perlu diperkuat agar penanganannya lebih cepat dan tepat.
Ia juga meminta seluruh jajaran memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Khusus camat dan lurah, Amsakar meminta agar lebih tanggap terhadap keluhan warga. Setiap persoalan yang disampaikan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan tindakan nyata, bukan hanya diteruskan kepada instansi terkait. “Kalau komunikasi seperti ini sudah terbangun dengan baik, saya yakin permasalahan akan lebih mudah diselesaikan,” ujar Amsakar.
Pada apel gabungan tersebut, Amsakar juga menyerahkan surat keputusan (SK) pensiun secara simbolis kepada sejumlah pegawai Pemko Batam yang memasuki masa purna tugas. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pengabdian serta dedikasi para pegawai selama bertugas. Amsakar berharap, meski telah memasuki masa pensiun, hubungan silaturahmi tetap terjaga dan para purnabakti tetap menjadi bagian dari keluarga besar Pemko Batam dan BP Batam.
