Batam, STB – Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan pembangunan dan tata kelola pemerintahan di Batam.
Dalam dialog itu, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari pembangunan Pasar Induk Jodoh, perizinan perusahaan, reklamasi Teluk Tering, hingga kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Amsakar menyambut baik berbagai masukan tersebut. Ia mengatakan, mahasiswa dan pemuda memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menurut Amsakar, pemerintah terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat. Dialog diperlukan agar kebijakan pemerintah berjalan sesuai aturan dan kebutuhan masyarakat.
Terkait pembangunan Pasar Induk Jodoh, Amsakar menjelaskan bahwa proses lelang dan pengelolaan aset telah dilakukan sesuai ketentuan. Ia juga menegaskan, hingga saat ini belum ada dana APBD yang digunakan dalam proyek tersebut.
Sementara terkait tenaga kerja lokal, Pemko Batam berencana membuat nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Salah satu rencananya adalah menetapkan kuota 20 persen tenaga kerja lokal untuk kategori pekerjaan tanpa keahlian khusus (unskilled).
Pemko Batam juga menyiapkan dana sebesar Rp 28 miliar dari alokasi izin mempekerjakan tenaga kerja asing (IMTA) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pekerja lokal.
Selain itu, pemerintah akan mengembangkan program pelatihan dan beasiswa yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, termasuk industri galangan kapal dan sektor digital.
Terkait reklamasi di kawasan Teluk Tering dan Tanjung Uma, Amsakar mengatakan setiap pembahasan pemanfaatan ruang laut harus melalui kajian tim terpadu.
Tim tersebut melibatkan BP Batam, Pemko Batam, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta akademisi dan pakar lingkungan.
Amsakar berharap dialog dengan mahasiswa dan pemuda dapat terus dilakukan. Ia menilai kritik dan masukan masyarakat penting untuk memperbaiki pembangunan serta pelayanan publik di Batam.














