TAPANULI SELATAN, STB – Polisi wanita (Polwan) dituntut tidak hanya hadir menjalankan tugas Kepolisian, tetapi juga mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso, S.I.K., M.M., dalam peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026 yang digelar di Mapolres Tapanuli Selatan, Jumat (11/9/2026) pagi.
Menurut Anton, perjalanan 78 tahun Polwan menunjukkan bahwa keberadaan polisi wanita memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Polwan harus mampu memberikan pelayanan yang humanis, tetapi tetap tegas dan profesional,” ujar Anton.
Ia mengatakan, tantangan tugas Kepolisian yang terus berkembang menuntut setiap personel, termasuk Polwan, untuk mampu beradaptasi serta meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri.
Kapolres berharap keberadaan Polwan semakin dirasakan masyarakat, bukan hanya dalam konteks pelayanan Kepolisian, tetapi juga dalam upaya memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
“Kita ingin Polwan semakin hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan menjadi bagian dari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Anton menambahkan, peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali kontribusi sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan ke depan.
“Yang terpenting bukan hanya memperingati bertambahnya usia, tetapi bagaimana semangat pengabdian itu terus dijaga dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ucapnya.
Ramah Tamah dengan Personel Purnabakti
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan ramah tamah bersama personel Polres Tapanuli Selatan yang telah memasuki masa purnabakti.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi antara personel yang masih aktif bertugas dengan para senior yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di lingkungan Polri.
Bagi Polres Tapanuli Selatan, masa purnabakti bukan berarti berakhirnya hubungan dengan institusi. Jejak pengabdian para personel yang telah lebih dahulu bertugas tetap menjadi bagian dari perjalanan dan sejarah institusi.
“Apa yang sudah diberikan selama bertugas menjadi bagian dari perjalanan institusi dan tentu menjadi teladan bagi personel yang masih aktif,” kata Anton.
Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 dan ramah tamah dengan personel purnabakti tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian di lingkungan Kepolisian tidak hanya diukur dari lamanya masa tugas, tetapi dari sejauh mana kehadiran seorang personel memberi manfaat bagi institusi dan masyarakat.














