Daerah  

QRIS Resmi Jadi Alat Pembayaran Parkir di Menara Teratai Banyumas

Purwokerto, STB – Pembayaran parkir non tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) resmi diterapkan di kawasan Menara Teratai Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Peluncuran dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam rangkaian Karya Kreatif Serayu (KKS) x Banyumas Digifest 2026 di Kompleks Menara Teratai, Sabtu (20/6).

Penerapan QRIS untuk pembayaran parkir tersebut menjadi langkah awal transformasi layanan parkir di Banyumas menuju sistem yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penggunaan pembayaran non tunai di sektor parkir merupakan bagian dari upaya pembenahan tata kelola parkir di Kabupaten Banyumas.

“Ini menjadi langkah awal pembenahan sistem parkir di Banyumas. Kami menginginkan pembayaran parkir dilakukan secara non tunai karena lebih transparan, akuntabel, dan memudahkan masyarakat maupun pemerintah dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Menurut dia, penerapan pembayaran digital juga diharapkan mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini masih ditemui dalam pengelolaan parkir.

“Kita ingin secara bertahap menyelesaikan berbagai permasalahan parkir di Banyumas. Ke depan, pembayaran parkir diarahkan menggunakan sistem non tunai agar lebih tertib, transparan, dan memudahkan masyarakat dalam bertransaksi,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, mengatakan penerapan QRIS di kawasan Menara Teratai merupakan bagian dari upaya memperluas digitalisasi transaksi di daerah sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Pengunjung cukup memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran yang terhubung dengan QRIS tanpa perlu menggunakan uang tunai.

“Penerapan QRIS ini diharapkan memberikan kemudahan, kecepatan, keamanan, dan transparansi bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Menara Teratai,” kata Christoveny.

Peluncuran pembayaran parkir berbasis QRIS menjadi salah satu agenda dalam KKS x Banyumas Digifest 2026 yang digelar BI Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain digitalisasi layanan parkir, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penguatan sistem E-Retribusi Pasar Rakyat yang telah diterapkan di 14 pasar tradisional di Kabupaten Banyumas. Sistem tersebut memungkinkan pedagang melakukan pembayaran retribusi melalui berbagai kanal digital, termasuk QRIS.

Christoveny menegaskan, KKS x Banyumas Digifest 2026 merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan UMKM, perluasan digitalisasi, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, serta ekonomi hijau.

Dengan penerapan QRIS pada layanan parkir Menara Teratai, Banyumas menjadi salah satu daerah yang mulai mendorong transformasi pembayaran parkir dari sistem tunai menuju transaksi digital. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan ekonomi digital di Banyumas Raya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *