Batam, STB – Suasana hangat dan penuh haru terasa di kediaman Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, di Batam Centre, Minggu (10/5/2026). Bersama sang istri, Erlita Amsakar, Amsakar menggelar Walimatus Safar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momen pamit sebelum berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kota Batam, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, sahabat, hingga kerabat dekat. Nuansa kekeluargaan begitu terasa sejak awal kegiatan yang diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah agama, hingga prosesi adat tepuk tepung tawar.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan rasa syukur karena diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima bersama istrinya. Dengan nada penuh ketulusan, ia juga memohon maaf kepada masyarakat Batam sebelum keberangkatannya.
“Sebagai manusia biasa, tentu kami tidak luput dari kekurangan. Saya dan istri memohon maaf apabila selama menjalankan amanah masih ada sikap, ucapan, maupun kebijakan yang belum berkenan di hati masyarakat,” ujar Amsakar.
Ucapan tersebut disambut hangat para tamu yang hadir. Banyak di antara mereka tampak terharu saat Amsakar meminta doa agar diberi kesehatan, keselamatan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji.
“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Batam agar perjalanan ibadah ini dimudahkan, diberikan kesehatan, dan bisa kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh haji yang mabrur dan mabrurah,” katanya.
Amsakar dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama Erlita Amsakar pada 21 Mei 2026. Keduanya akan masuk Asrama Haji sehari sebelumnya.
Di tengah suasana penuh kekeluargaan itu, Amsakar juga menitipkan jalannya pemerintahan Kota Batam kepada Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia berharap seluruh jajaran pemerintahan tetap solid menjaga pelayanan kepada masyarakat selama dirinya menjalankan ibadah haji.
“Saya titip pemerintahan ini kepada Ibu Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran. Mohon dukungan agar pelayanan kepada masyarakat dan program pembangunan tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan saling bersalaman. Satu per satu tamu memberikan pelukan, doa, dan ucapan selamat kepada Amsakar dan istri menjelang keberangkatan mereka ke Tanah Suci.
Momen tersebut bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga menjadi gambaran kedekatan seorang pemimpin dengan masyarakat dan orang-orang di sekitarnya, dalam suasana yang sederhana, hangat, dan penuh doa.














