Medan, STB – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat peran Batam sebagai pusat investasi dan perdagangan internasional di Asia Tenggara dengan menjalin kolaborasi ekonomi yang lebih erat bersama India.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, kepada Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5/2026). Pertemuan ini membahas peluang kerja sama baru di bidang investasi, industri, hingga perdagangan internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Fary mengungkapkan bahwa hubungan ekonomi Batam dan India menunjukkan perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data BP Batam, total investasi India di Batam selama periode 2016 hingga 2025 mencapai Rp258,6 miliar. Nilai investasi tertinggi tercatat pada tahun 2025 dengan realisasi sebesar Rp95,2 miliar.
“Pertumbuhan investasi ini menunjukkan kepercayaan pelaku usaha India terhadap iklim investasi dan daya saing Batam,” ujar Fary.
Tidak hanya investasi, hubungan perdagangan kedua pihak juga terus meningkat. India kini menjadi tujuan ekspor terbesar ketiga bagi Batam.
Pada kuartal I tahun 2026, nilai ekspor Batam ke India mencapai USD521,6 juta atau sekitar 11,14 persen dari total ekspor Batam.
Fary mengatakan, BP Batam saat ini fokus memperkuat ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, logistik, dan perdagangan internasional. Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama India, seperti manufaktur, energi terbarukan, industri maritim, hingga penguatan rantai pasok industri.
“India merupakan mitra strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan industri dan perdagangan Batam ke depan,” katanya.
Sementara itu, Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, mengapresiasi perkembangan ekonomi Batam yang dinilai semakin kompetitif di tingkat internasional.
Menurut Ravi, Batam memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi daya tarik bagi investor asing, mulai dari posisi geografis yang strategis dekat Singapura hingga status Free Trade Zone (FTZ) yang memberikan kemudahan bagi dunia usaha.
“Batam merupakan salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Potensi ini sangat menarik bagi investor India,” ujar Ravi.
Sebagai tindak lanjut, BP Batam dan Konsulat India sepakat menggelar forum presentasi bisnis secara hibrida yang akan mempertemukan pengelola kawasan industri di Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.
Forum tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih detail, termasuk identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).
Melalui langkah diplomasi ekonomi ini, BP Batam optimistis posisi Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang kompetitif di tingkat global akan semakin kuat.














