TNI AL Kodaeral IV Batam Gagalkan Penyelundupan PMI Non Prosedural, Tekong dan ABK Positif Narkoba

 

Batam, STB – TNI Angkatan Laut melalui aparat Quick Response Region Command (QRRC) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam di bawah jajaran Koarmada RI berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural di perairan Pulau Terong, Batam, Sabtu (7/2/2026).

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan satu orang tekong dan satu anak buah kapal (ABK) yang membawa lima orang PMI non prosedural, terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Mereka menggunakan speed boat bermesin 75 PK dan melintas di perairan Pulau Terong sekitar pukul 03.00 WIB.

Keberhasilan penindakan ini berawal dari pemantauan intensif tim QRRC terhadap sebuah speed boat yang dicurigai membawa PMI non prosedural dengan tujuan Malaysia. Setelah dilakukan pengejaran, kapal tidak mengindahkan peringatan petugas hingga akhirnya dihentikan setelah diberikan tembakan peringatan.

Informasi awal diperoleh dari jaringan intelijen yang menyebutkan adanya rencana pengiriman PMI non prosedural dari wilayah Pulau Juda menuju Malaysia. Berdasarkan informasi tersebut, tim QRRC Kodaeral IV melakukan penyekatan di perairan Pulau Terong.

Seluruh PMI non prosedural, tekong, dan ABK beserta barang bukti kemudian diamankan dan dibawa ke Markas Kodaeral IV untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan awal, tim kesehatan Diskes Kodaeral IV melakukan tes urine terhadap seluruh pihak yang diamankan.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tekong dan ABK positif mengonsumsi narkotika jenis metamfetamin (sabu), amfetamin (ekstasi), dan THC (ganja). Temuan ini mengindikasikan adanya dugaan keterkaitan antara praktik penyelundupan PMI non prosedural dengan jaringan kejahatan narkotika.

Sebagai tindak lanjut, lima PMI non prosedural direncanakan akan diserahkan kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Sementara itu, tekong dan ABK akan diserahkan kepada BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk proses hukum serta pendalaman terkait jaringan penyelundupan PMI yang diduga terhubung dengan jaringan narkotika.

Keberhasilan operasi ini menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut, khususnya Kodaeral IV Batam, dalam menjaga keamanan wilayah perairan perbatasan, melindungi warga negara Indonesia, serta memberantas kejahatan lintas negara yang mengancam kedaulatan dan keselamatan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *