Daerah  

Peduli Korban Bencana Banjir Bandang dan Longsor, KAFH Unsoed Gelar Bakti Sosial di Desa Serang Purbalingga

Purbalingga, STB — Keluarga Alumni Fakultas Hukum (KAFH) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar kegiatan bakti sosial bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (7/2).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua Pelaksana, Sidiq Fathoni. Desa Serang dipilih karena menjadi salah satu wilayah dengan dampak bencana paling parah sehingga membutuhkan perhatian lebih.

Dalam kegiatan itu, KAFH Unsoed menyalurkan bantuan peralatan penanganan pascabencana kepada Relawan dari Unit Pandu Lingkungan Mahasiswa Pencinta Alam (UPL MPA) Unsoed. Bantuan yang diberikan berupa empat unit arko, 10 sekop, 10 cangkul, 30 pasang sepatu boots, serta 48 pasang sarung tangan.

Mewakili Ketua Umum KAFH Unsoed Dr. Kuntadi, S.H., M.H, Ketua Departemen Kesejahteraan Alumni dan Pengabdian Masyarakat KAFH Unsoed, Lestaryo Pangarso mengatakan para alumni Fakultas Hukum Unsoed sangat peduli dan tergerak untuk ikut membantu warga yang saat ini sedang ditimpa musibah bencana longsor dan banjir bandang.

“Bantuan yang diberikan sesuai dengan permintaan dari relawan UPL MPA Unsoed yang telah berada dilokasi bencana. Pemeberian peralatan guna mempermudah pekerjaan dilapangan.” ujarnya

Selain peralatan, KAFH Unsoed juga menyerahkan bantuan untuk warga terdampak berupa 50 paket sembako dan 18 lusin pakaian dalam. Bantuan tersebut disalurkan setelah pengurus mendapatkan informasi tentang kebutuhan yang masih diperlukan.

Salah seorang relawan sekaligus warga terdampak, Rahmat, mengaku bantuan peralatan sangat bermanfaat untuk membangun hunian sementara bagi warga yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian.

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan. Peralatan ini akan digunakan untuk membangun hunian sementara yang kini sedamh dibangun untuk korban bencana”, ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang masih berada di pengungsian. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *