Daerah

10.362 Ekor Ikan Asal Natuna Lolos Karantina, Diekspor ke Hong Kong Bernilai Rp1,1 Miliar

Batam, STB – Sebanyak 10.362 ekor ikan hidup asal Natuna, Kepulauan Riau, kembali diekspor ke Hong Kong setelah lolos pemeriksaan Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna menerbitkan Health Certificate for Fish and Fish Product (KI-1) sebagai syarat ekspor setelah seluruh proses pemeriksaan dinyatakan memenuhi ketentuan.

Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan sebelum sertifikat diterbitkan, petugas terlebih dahulu memeriksa kelengkapan dokumen seperti invoice, packing list, dan certificate of origin (COO). Setelah itu, ikan menjalani pemeriksaan kesehatan melalui uji laboratorium.

“Hasil pengujian menunjukkan ikan negatif dari penyakit Red Seabream Iridovirus Disease (RSIVD). Setelah dinyatakan sehat, kami menerbitkan Sertifikat Hasil Pengujian dan sertifikat kesehatan ekspor,” kata Hasim dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7).

Menurut Hasim, pemeriksaan yang ketat penting dilakukan karena Hong Kong memiliki standar tinggi terhadap komoditas perikanan yang masuk ke negaranya.

Ekspor kali ini memiliki nilai ekonomi sekitar Rp1,1 miliar. Jenis ikan yang dikirim didominasi kerapu dan ikan kakak tua, dengan rincian 2.239 ekor kerapu sunu, 1.421 ekor ikan kakak tua, 1.268 ekor kerapu cantik, 1.222 ekor kerapu cantang, 1.050 ekor kerapu macan, 1.010 ekor kerapu bakau, 980 ekor kerapu gepeng, 965 ekor kerapu pasir, serta 208 ekor kerapu ringau.

Berdasarkan data Best Trust milik Barantin, selama semester pertama 2026, ekspor ikan hidup dari Natuna ke Hong Kong telah mencapai 28.818 ekor dengan nilai sekitar Rp2,9 miliar. Pengiriman dilakukan sebanyak tiga kali dan trennya terus meningkat.

Selain ke Hong Kong, pada periode yang sama Natuna juga mengekspor 2,3 ton ikan ke Malaysia.

Hasim mengatakan hingga kini tidak ada penolakan dari negara tujuan terhadap ikan yang diekspor dari Natuna. Hal itu menunjukkan pengawasan dan pemeriksaan karantina berjalan sesuai standar.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas komoditas yang diekspor. Ini juga menjadi bentuk dukungan pemerintah agar ekspor berjalan lancar dan hasil tangkapan nelayan Natuna dapat terus menembus pasar internasional,” ujar Hasim.

Redaksi Admin

Recent Posts

Paguyuban Alumni Kelas 5 SD Tionghoa Gelar Reuni Akbar dan Peringati 120 Tahun Sekolah Tionghoa Purwokerto

Purwokerto, STB – Ratusan alumni Zhuang Hua Xue Xiao (Sekolah Tionghoa) Purwokerto berkumpul dalam reuni…

2 days ago

Dubes Swedia Tinjau Infrastruktur Listrik Batam, Pasokan Energi untuk Investasi Diperkuat

Batam, STB - Pemerintah Swedia menunjukkan dukungannya terhadap penguatan sektor energi di Batam melalui kunjungan…

4 days ago

Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Warga Purwokerto Timur Ditangkap Polisi

Purwokerto, STB – Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas berhasil mengungkap praktik pengoplosan LPG bersubsidi dengan…

4 days ago

Dorong Publikasi Jurnal Tanpa Biaya, Kemendiktisaintek Siapkan Skema agar Kampus Tanggung APC

Jakarta, STB – Relawan Jurnal Indonesia (RJI) mendorong penerapan sistem publikasi jurnal ilmiah tanpa membebankan…

4 days ago

Kinerja Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen, BP Batam Paparkan Capaian di Hadapan Komisi VI DPR

Jakarta, STB - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memaparkan capaian kinerja Kawasan Perdagangan…

5 days ago

Bawaslu Banyumas dan DPC PERADI Purwokerto Bangun Kolaborasi Perkuat Penegakan Hukum Kepemiluan

Purwokerto, STB – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyumas menggelar audiensi dengan Dewan Pimpinan…

6 days ago