Hukum & Kriminal

Wisman Diperas di Batam? Pengakuan Viral Ini Bikin Heboh!

Batam, STB — Pelayanan keimigrasian di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center kembali menjadi sorotan setelah dugaan pungutan liar (pungli) disertai intimidasi terhadap wisatawan mancanegara (wisman) mencuat dan viral di media sosial. Pengakuan seorang wisman asal Singapura hingga pemberitaan media asing memicu tekanan publik yang kian meluas.

Kasus ini pertama kali ramai setelah seorang wisatawan berinisial AC mengunggah pengalamannya memasuki Batam pada 13 Maret 2026. Ia mengaku datang bersama pasangannya dan berpindah ke jalur autogate yang kosong. Namun, langkah sederhana itu justru berubah menjadi sumber persoalan.

AC menyebut dirinya dituding tidak sopan oleh petugas. Paspor keduanya kemudian ditahan, sebelum mereka dibawa ke sebuah ruang pemeriksaan tertutup.

Di ruang itulah dugaan intimidasi terjadi. AC mengaku diminta uang oleh oknum petugas agar dapat keluar tanpa masalah. Jumlah yang disebutkan cukup besar, berkisar 250—300 dolar AS atau setara jutaan rupiah. Merasa tertekan dan tidak memiliki pilihan lain, ia akhirnya memenuhi permintaan tersebut.

Tidak hanya satu laporan, kasus serupa disebut dialami wisatawan dari Malaysia, China, Filipina, hingga Bangladesh. Bahkan, satu korban dilaporkan telah mengajukan pengaduan resmi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menyatakan pihaknya langsung melakukan langkah investigasi. Pemeriksaan melibatkan Direktorat Kepatuhan Internal Direktorat Jenderal Imigrasi.

“Jika terbukti ada pelanggaran, kami pastikan akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada toleransi terhadap praktik pungli,” tegas Hajar.

Pihak imigrasi juga membuka kanal pengaduan bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyampaikan informasi tambahan terkait dugaan praktik tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi kualitas pelayanan publik di pintu masuk internasional Batam. Selain menyangkut kehormatan institusi, kepercayaan wisatawan mancanegara kini dipertaruhkan, sementara aparat dituntut membuktikan komitmen dalam memberantas praktik korupsi di area perbatasan negara.

Redaksi Admin

Recent Posts

Polsek KKP Gelar Sholat Istisqa dan Santunan Yatim di Masjid Al-Fitrah, Doa Bersama di Tengah Kemarau Panjang

Batam, STB – Memasuki musim kemarau panjang yang mulai berdampak pada kekeringan di sejumlah wilayah,…

1 day ago

Kemarau Panjang Picu Kebakaran Hutan di Nongsa, Ariastuty Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Batam, STB — Kemarau panjang yang melanda Kota Batam mulai menunjukkan dampak serius. Hutan lindung…

2 days ago

Opini: Di Era Viral, Siapa yang Masih Mau Hidup Sewajarnya?

Di era digital hari ini, manusia tidak lagi sekadar ingin hidup - kita ingin menang.…

2 days ago

Keren, Trans Banyumas Resmi Terintegrasi di Stasiun Purwokerto, Permudah Akses Transportasi Publik

Purwokerto, STB — Layanan Trans Banyumas resmi terhubung dengan Stasiun Purwokerto melalui pintu barat setelah…

2 days ago

Pemko Batam Perkuat Skema Creative Financing, Sekda Ikuti Rakor Nasional

Batam, STB – Pemko Batam terus mendorong penguatan pembiayaan pembangunan daerah melalui optimalisasi skema creative…

2 days ago

Wali Kota Batam Amsakar Achmad Tinjau Proyek Penataan Kota di Hari Pertama Kerja Usai Lebaran

Batam, STB – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, langsung turun ke lapangan pada hari pertama…

4 days ago