Purwokerto, STB — Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, layanan penukaran uang pecahan baru yang digelar Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Purwokerto bersama sejumlah bank umum di Kompleks GOR Satria Purwokerto, diserbu warga. Masyarakat rela mengantre untuk menukarkan uang yang akan dibagikan sebagai tunjangan hari raya (THR) saat Lebaran.
Warga yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Purwokerto, tetapi juga dari luar daerah. Para penukar uang tersebut merupakan warga yang sebelumnya telah mendaftar secara daring. Sebelum melakukan penukaran, mereka terlebih dahulu didata oleh petugas untuk mencocokkan dengan data pendaftaran online.
Di lokasi penukaran, BI Purwokerto menyiapkan tujuh mobil kas untuk melayani sekitar seribu warga yang telah terdaftar. Warga harus menunggu nomor antrean untuk menukarkan uang pecahan besar, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, menjadi pecahan yang lebih kecil seperti Rp20 ribu hingga Rp1.000.
Sebagian warga bahkan menukarkan uang hingga jutaan rupiah untuk dibagikan kepada keluarga saat Lebaran.
Salah satu warga, Rista Dea, mengaku menukarkan uang sebesar Rp1,3 juta dalam berbagai pecahan kecil untuk keperluan THR. Ia juga menyebut proses pendaftaran online cukup sulit.
“Saya nukar ini Rp1,3 juta, pecahan seribu, dua ribu, dua puluh ribu sama lima puluh. Daftarnya waktu gelombang kedua, agak susah, nembusnya sampai satu setengah jam baru bisa masuk. Ini baru pertama kali buat THR,” ujar Rista.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya, Rian. Ia mengatakan sengaja menukarkan uang pecahan kecil karena sulit didapatkan melalui mesin ATM.
“Kalau yang lima puluh ribu bisa ambil di ATM, tapi kalau sepuluh ribu ke bawah yang susah. Saya tukar Rp1,7 juta pecahan sepuluh ribu, lima ribu sama dua ribu. Memang susah dapatnya,” kata Rian.
Sementara itu, pada Lebaran tahun ini Bank Indonesia Cabang Purwokerto menyiapkan uang pecahan baru sebesar Rp3,5 triliun. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 lalu.
Kepala BI Purwokerto, Christoveny, mengatakan peningkatan jumlah uang yang disediakan bertujuan untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat.
“Penukaran uang pada 2026 ini pada momentum Ramadan dan Idulfitri lebih banyak dibanding tahun 2025. Tahun ini kami menyiapkan sampai Rp3,5 triliun untuk melayani empat kabupaten, yaitu Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, dan Purbalingga, termasuk daerah 3T seperti Kampung Laut,” ujar Christoveny.
Ia menambahkan, BI juga bekerja sama dengan perbankan untuk membuka lebih dari 50 titik layanan penukaran uang. Tingginya antusiasme masyarakat dinilai sejalan dengan membaiknya kondisi ekonomi.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, permintaan masyarakat terhadap uang kecil juga meningkat,” tambahnya.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bagi warga yang sedang menukar uang, selama kegiatan berlangsung BI Purwokerto juga mengerahkan personel Brimob bersenjata laras panjang di lokasi penukaran uang. (*)














