Daerah

Warga Sempat Cemas, Rencana Penggusuran Kampung Banon Rempang Ditunda

BATAM, STB.COM – Rencana penggusuran di Tanjung Banon Kelurahan Sembulang terkait proyek Rempang Eco-City yang akan digelar hari ini, Kamis 17 April 2025 akhirnya ditunda.

Penundaan ini terkait akan datangnya Menteri Transmigrasi berkunjung ke Rempang.

Rencana penggusuran akan dilakukan tim terpadu melalui surat Nomor: 112/TIM-TPD/IV/2025 yang diterima awak Media, Rabu (16/04/2025) yang isinya menjelaskan jadwal penertiban bangunan di wilayah yang masuk dalam kawasan Rempang Eco-City tersebut.

Terkait rencana penggusuran tersebut, Direktur YLBHI-LBH Pekanbaru, Andri Alatas, dalam siaran pers Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang, mengungkapkan kekhawatirannya atas skala pengerahan aparat gabungan yang akan dilibatkan dalam penggusuran ini.

Menurutnya, ratusan personel dari berbagai satuan TNI dan Polri akan diterjunkan. “Hal ini jelas bertentangan dengan rekomendasi Komnas HAM yang meminta penyelesaian konflik dalam proyek Rempang Eco-city tidak boleh lagi menggunakan pendekatan keamanan,” tegas Andri Alatas.

Ia mengingatkan trauma kekerasan masyarakat Rempang akibat pengerahan aparat besar-besaran pada September 2023 lalu.

Berdasarkan lampiran surat Tim Terpadu, tercatat 312 personel gabungan yang akan dikerahkan. Unsur TNI yang terlibat meliputi Pangkalan Utama TNI AL IV, Den Pom TNI Angkatan Udara Batam, Den Pom Lamtamal IV Batam, Den Pom I/6 Batam, Yon 10 Marinir/SBY Batam, Lanud Hang Nadim Batam, Yonif Raider Khusus 136/TS, Kodim 0316 Batam, hingga Koramil 04 Galang. Sementara dari Polri, akan diterjunkan personel dari Polresta Barelang, Polsek Galang, dan Brimob Polda Kepri.

Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang menilai pengerahan ratusan aparat ini berpotensi memperkeruh suasana dan semakin menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap negara. Mereka juga menyoroti kegagalan penegakan hukum terhadap dugaan kekerasan oleh pihak yang terafiliasi dengan PT Makmur Elok Graha.

Direktur Eksekutif WALHI Riau, Even Sembiring, secara tegas meminta agar rencana penggusuran atas nama proyek Rempang Eco-City dihentikan.

Ia menilai tindakan ini akan menambah catatan represif negara di Rempang. Menurutnya, jika klaim BP Batam terkait persetujuan masyarakat dalam jumlah besar benar adanya, maka pengerahan aparat dalam skala besar tidaklah logis.

Menyikapi situasi ini, Tim Solidaritas Nasional untuk Rempang mengeluarkan tiga tuntutan mendesak:

Presiden RI diminta untuk memerintahkan penghentian operasi penggusuran dan membatalkan proyek Rempang Eco-city, serta menjamin pengakuan dan perlindungan hak atas tanah masyarakat adat Melayu Rempang dan sekitarnya.

Panglima TNI dan Kapolri diminta untuk menarik keterlibatan satuan di bawahnya dari Tim Terpadu.

Pemerintah Kota Batam diminta untuk segera membatalkan upaya penggusuran hari ini, 17 April 2025.

Sementara itu Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Pemko Batam yang juga Ketua Tim Terpadu Imam Tohari kepada awak media, Kamis (17/04/2025) menyebutkan bahwa terkait rencana penggusuran di Tanjung Banon hari ini ditunda.

“Penertiban ditunda, karena hari ini Menteri Transmigrasi berkunjung ke Rempang,” kata Imam, namun tidak dapat menyebutkan kapan eksekusi penggusuran akan dilakukan.(*)

Redaksi Admin

Recent Posts

BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

Batam, STB - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah…

1 day ago

DPW NasDem Kepri Gelar Safari Ramadan di Karimun, Perkuat Konsolidasi dan Berbagi dengan Anak Yatim

  Karimun, STB - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau,…

2 days ago

Operasi Penuh Saat Ramadan, Kilang Cilacap Pasok 348 Ribu Barel BBM per Hari

Cilacap, STB – Memasuki bulan Ramadan, aktivitas di PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit (RU)…

3 days ago

PLN Batam Hadirkan Program “Lentera Ramadan”, Tambah Daya Spesial Hanya Rp144.700

Batam, STB – PT PLN Batam kembali menghadirkan program promo tambah daya listrik bagi pelanggan…

4 days ago

Satreskrim Polresta Barelang Bagi Nasi ke Warga Tanjunguma, 150 Kotak Ludes Jelang Berbuka

  Batam, STB - Suasana sore di depan Masjid Al-Mutakin, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja,…

7 days ago

Konvoi 30 Motor Dibubarkan, Polisi Amankan 6 Remaja Diduga Hendak Perang Sarung di Banyumas

Banyumas, STB – Aparat kepolisian dari Polsek Tambak, Polresta Banyumas, mengamankan enam remaja yang diduga…

1 week ago