Batam, STB – Pemerintah Kota Batam terus mempercepat langkah transformasi digital, khususnya dalam sistem transaksi keuangan daerah. Komitmen ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, saat mengikuti High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau TP2DD tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026, yang digelar secara daring dari Kantor Wali Kota Batam.
Firmansyah yang hadir mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra menyebut, keikutsertaan Batam dalam forum ini menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan digitalisasi transaksi di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas capaian implementasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau P2DD, termasuk penguatan Championship TP2DD sebagai instrumen evaluasi kinerja pemerintah daerah, dengan indikator penilaian meliputi aspek proses, output, dan outcome.
Secara regional, penggunaan QRIS di Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2025, volume transaksi tercatat mencapai sekitar Rp15,33 miliar, dengan pertumbuhan lebih dari 145 persen. Sementara nilai transaksinya menembus Rp11,55 triliun.
Di Kota Batam, implementasi digitalisasi juga menunjukkan perkembangan positif. Capaian P2DD meningkat dari 15 persen pada 2021 menjadi 85 persen pada 2024, meskipun pada 2025 tercatat di angka 62,5 persen yang menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan.
Saat ini, Batam telah berhasil menerapkan 100 persen transaksi non-tunai untuk belanja dan pajak daerah. Namun demikian, pemanfaatan kanal digital masih perlu dioptimalkan karena transaksi melalui metode konvensional masih mendominasi sekitar 60 persen.
Firmansyah menegaskan, fokus ke depan tidak hanya pada penyediaan sistem digital, tetapi juga memastikan pemanfaatannya secara luas oleh masyarakat.
Ia menambahkan, digitalisasi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan publik serta kemudahan akses bagi masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kota Batam akan memperkuat koordinasi TP2DD lintas OPD, meningkatkan integrasi data, serta memperluas penggunaan kanal pembayaran digital seperti QRIS dan virtual account.
Langkah ini juga akan dibarengi dengan edukasi masyarakat dan peningkatan kapasitas perangkat daerah, guna memastikan transformasi digital berjalan lebih optimal, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Batam menargetkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan digitalisasi daerah sekaligus memperkuat posisi dalam ajang Championship TP2DD, baik di tingkat regional maupun nasional.
Batam, STB - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan keseriusannya dalam membenahi persoalan sampah di…
Batam, STB – Suasana haru dan penuh kehangatan terasa di First Club, Jalan Duyung, Lubuk…
Batam, STB - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Batam terus ngebut membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban…
Batam, STB - Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol Asep Safrudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya…
Batam, STB - Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau, Pietra Machreza Paloh, menegaskan sikap…
Batam, STB – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung lokasi rencana pembangunan…