Hukum & Kriminal

Sempat Berpindah Tempat, Tersangka Dugaan Korupsi Dana KUR BSI Menyerahkan Diri

Mataram, STB.COM – Tersangka kasus dugaan korupsi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Syari’ah Indonesia (BSI) akhirnya menyerahkan diri ke Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tersangka Munawir Sazali alias MSZ merupakan salah satu dari empat tersangka kasus dugaan korupsi dana KUR Bank BSI untuk petani sapi pada 2021-2022.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) NTB Dedie Tri Hariyadi mengungkapkan Munawir sempat mangkir dari panggilan penyidik kejaksaan.

Selain itu, Munawir juga kerap berpindah-pindah tempat, mulai dari Kalimantan, Jakarta, Semarang, hingga Cirebon.

Tersangka MSZ telah tiga kali kami undang secara patut untuk dilakukan pemeriksaan, akan tetapi tersangka tetap mangkir dari panggilan penyidik bahkan yang bersangkutan sempat kabur atau menghilang dari Kota Mataram ke Bali dan yang bersangkutan tidak menetap di satu tempat,” kata Dedie di Mataram, Rabu (15/1/2025).

Dedie menuturkan Munawir sempat melawan dengan melakukan gugatan praperadilan terhadap Kejati NTB.

Munawir yang diwakili oleh tim penasehat hukumnya di Pengadilan Negeri (PN) Mataram kalah dalam sidang praperadilan itu.

Hakim dalam sidang praperadilan, Dedie berujar, memutuskan proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejati NTB dinyatakan sah.

Dengan putusan itu, penetapan tersangka terhadap Munawir juga telah dinyatakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Perkara praperadilannya telah diputus oleh hakim Pengadilan Negeri Mataram dengan hasil sidang praperadilan tersebut dimenangkan oleh Kejati NTB,” imbuh Dedie.

Selanjutnya, Munawir akan ditahan selama 20 hari ke depan di Lapas Kelas IIA Kuripan, Lombok Barat.

Kerugian negara atas praktik lancung ini mencapai Rp 8,3 miliar. Kejati NTB sebelumnya telah menetapkan empat tersangka KUR Bank Syari’ah Indonesia (BSI) untuk petani sapi pada 2021-2022.

Selain Munawir, tiga tersangka lainnya yakni kepala cabang BSI Majapahit Kota Mataram Suryo Edhie (SE); serta dua orang lainnya berinisial M dan MS. Mereka berperan sebagai offtaker atau pengumpul hasil ternak sapi.(*)

Redaksi Admin

Recent Posts

BP Batam Gelar Bazaar Murah Ramadhan 2026, Diskon hingga 10 Persen

Batam, STB - Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar Bazaar Murah Ramadhan 1447 Hijriah di pelataran…

5 hours ago

Raja Tega’ Jambret Bengkong Ditangkap, Korban Terakhir Rugi Rp50 Juta

  Batam, STB - Satreskrim Polresta Barelang menangkap pelaku jambret yang dikenal nekat dan kerap…

8 hours ago

Inflasi Purwokerto dan Cilacap Naik pada Februari 2026, BI Perkuat Strategi 4K Jelang Idulfitri

Purwokerto, STB – Inflasi di Purwokerto dan Cilacap tercatat meningkat pada Februari 2026 seiring kenaikan…

20 hours ago

Pietra Paloh Sambangi Rumah Driver Ojol yang Meninggal di Atas Motor, Tawarkan Pendampingan untuk Anak Disabilitas

Batam, STB – Ketua DPW Partai NasDem Kepulauan Riau, Pietra Machreza Paloh, menyambangi kediaman almarhum…

1 day ago

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Sabu, Ekstasi dan Vape Beretomidate dari Malaysia

  Batam, STB - Bea Cukai Batam menggagalkan upaya penyelundupan narkotika dan cartridge rokok elektrik…

1 day ago

BP Batam Perkuat Diplomasi Investasi Lewat Perwakilan di Singapura

Batam, STB - BP Batam kembali mengaktifkan Liaison Officer di Singapura pada Jumat (27/2/2026). Langkah…

3 days ago